JAKARTA, Cobisnis.com – Gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, salah satunya diabetes. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, diabetes menjadi salah satu dari tiga penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes yang belum terdiagnosis terbanyak di dunia. Banyak penderita baru menyadari penyakitnya setelah mengalami komplikasi serius.
Kadar gula darah 130 mg/dL sering menimbulkan pertanyaan apakah masih normal atau sudah berbahaya. Jawabannya bergantung pada waktu pemeriksaan dilakukan.
Jika kadar gula darah 130 mg/dL diukur dua jam setelah makan atau saat pemeriksaan sewaktu, angka tersebut masih tergolong normal. Namun, jika hasil itu muncul saat pemeriksaan gula darah puasa, kondisi tersebut termasuk kategori prediabetes.
Pada pemeriksaan gula darah puasa, kadar normal berada di angka 70–100 mg/dL. Sementara kadar 100–125 mg/dL termasuk prediabetes, dan 126 mg/dL ke atas masuk kategori diabetes.
Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk disebut diabetes tipe 2. Meski begitu, kondisi ini menjadi peringatan serius karena berisiko berkembang menjadi diabetes di kemudian hari.
Prediabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun beberapa orang dapat mengalami rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah, hingga pandangan kabur.
Faktor risiko prediabetes antara lain obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan, hingga riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2.
Untuk mencegah kondisi berkembang menjadi diabetes, perubahan gaya hidup menjadi langkah utama. Mulai dari mengurangi konsumsi gula, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, hingga berhenti merokok.
Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu juga disarankan untuk membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.













