• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Wabah Ebola di Kongo Makin Ganas, 2.325 Orang Tewas dan 101 Kasus Baru

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
in News
0
Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola di Kongo

JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kini menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.

Berdasarkan data pemerintah Kongo, sedikitnya 2.325 orang meninggal dunia dari total 4.945 kasus terkonfirmasi.

Dikutip dari berbagai sumber, institut kesehatan masyarakat Kongo melaporkan adanya 101 kasus baru yang terdeteksi hanya dalam kurun waktu 24 jam. Wabah tersebut juga telah menyebar ke enam dari 26 provinsi di Kongo, dengan Provinsi Ituri menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni lebih dari 3.400 kasus.

Lonjakan kasus membuat wabah Ebola kali ini menjadi penularan tercepat yang pernah tercatat di Kongo. Lebih dari 2.000 orang meninggal dalam waktu kurang dari tiga bulan, melampaui jumlah korban pada wabah 2018-2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memperkirakan wabah tersebut berpotensi melampaui rekor wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan 11.310 orang.

Krisis juga mulai meluas ke Uganda. Sedikitnya 20 kasus dilaporkan di Kampala, meski belum terdapat laporan penularan komunitas dan kasus terakhir tercatat pada 21 Juni.

Wabah kali ini disebabkan galur virus Ebola Bundibugyo. Hingga kini belum terdapat vaksin maupun pengobatan yang disetujui secara resmi untuk galur tersebut, sementara uji klinis dua kandidat pengobatan baru dimulai pada bulan lalu.

Spesialis kesehatan masyarakat Thomas Parisch mengatakan keterlambatan deteksi menjadi salah satu persoalan dalam penanganan wabah.

“Normalnya, seiring berjalannya wabah, rasio fatalitas kasus harusnya turun saat pelacakan kontak membaik dan pasien diidentifikasi serta diobati lebih awal,” tuturnya.

“Sebaliknya, kami masih melihat banyak kasus terdeteksi sangat terlambat, ketika pengobatan kecil kemungkinannya untuk berhasil, dengan banyak yang baru teridentifikasi setelah mereka meninggal di masyarakat,” paparnya.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
lynda course free download
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comEbolaHeadlineKesehatan GlobalKongoRepublik Demokratik Kongovirus EbolaWabah Ebolawabah penyakitWHO

Related Posts

Mourinho Zubimendi Real Madrid

Mourinho Bantah Minta Real Madrid Datangkan Martin Zubimendi

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Manajer Real Madrid Jose Mourinho dilaporkan membantah kabar yang menyebut dirinya meminta klub mendatangkan gelandang Arsenal Martin...

ASABRI layani pensiunan di perbatasan

ASABRI Sapa Pensiunan hingga Perbatasan Indonesia-Filipina di Sangihe

by Rizki Meirino
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT ASABRI (Persero) terus memperluas jangkauan layanan bagi peserta hingga wilayah perbatasan Indonesia. Melalui Program Layanan Kunjungan...

BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia

Berapa Plafon Kartu Kredit Indonesia? Ini Ketentuan dari BI

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel sebagai alternatif kartu kredit berbasis jaringan...

Jelang Unjuk Rasa Jakarta, Polisi Amankan 21 Orang dan Sita Molotov

Jelang Unjuk Rasa Jakarta, Polisi Amankan 21 Orang dan Sita Molotov

by Hidayat Taufik
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang diduga hendak melakukan kericuhan menjelang aksi unjuk rasa di Jakarta,...

Jon Ossoff Serang Natalie Harp, Ajudan Trump yang Jadi Sorotan

OpenAI hingga Perplexity Ramaikan Tren Fashion Baru di Industri Teknologi

by Zahra Zahwa
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Era turtleneck Steve Jobs tampaknya mulai mendapat pesaing baru di industri teknologi. Sejumlah perusahaan AI kini meluncurkan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

August 8, 2026
6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

August 7, 2026
Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

August 17, 2026
Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

August 17, 2026
Mourinho Zubimendi Real Madrid

Mourinho Bantah Minta Real Madrid Datangkan Martin Zubimendi

August 18, 2026
Bank Mandiri Taspen budidaya unggas dan magot

Gandeng ITB, Bank Mandiri Taspen Kembangkan Budidaya Unggas Berbasis Magot di Bandung Barat

August 18, 2026
ASABRI layani pensiunan di perbatasan

ASABRI Sapa Pensiunan hingga Perbatasan Indonesia-Filipina di Sangihe

August 18, 2026
BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia

Berapa Plafon Kartu Kredit Indonesia? Ini Ketentuan dari BI

August 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved