JAKARTA, Cobisnis.com – Kekhawatiran masyarakat terhadap wabah parasit Cyclospora mulai memengaruhi kunjungan ke sejumlah restoran cepat saji di Amerika Serikat. Restoran yang banyak menyajikan menu berbahan selada mengalami penurunan jumlah pelanggan.
Pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengaitkan selada yang disajikan di beberapa gerai Taco Bell dengan wabah parasit penyebab diare tersebut.
Bahkan sebelum pengumuman resmi dirilis, konsumen sudah menunjukkan kehati-hatian. Karena itu, jumlah kunjungan ke Taco Bell mulai menurun.
Data perusahaan analitik Placer.ai menunjukkan trafik pelanggan Taco Bell turun sekitar 16,9 persen pada 15 Juli dibandingkan rata-rata kunjungan harian sepanjang tahun ini.
Sementara itu, setelah otoritas kesehatan mengumumkan keterkaitan Taco Bell dengan penyelidikan wabah pada 17 Juli, jumlah kunjungan kembali turun. Kali ini, penurunannya mencapai hampir 19 persen.
Taco Bell menyatakan telah menarik selada yang diduga terkontaminasi dari gerainya. Selain itu, perusahaan menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan selama proses investigasi berlangsung.
Namun, dampak wabah tidak hanya dirasakan Taco Bell. Sejumlah jaringan restoran lain yang menyajikan banyak menu berbahan selada juga mengalami penurunan kunjungan.
Data Placer.ai mencatat Cava, Chopt, Panera Bread, Chipotle, dan Subway ikut kehilangan pelanggan dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan tersebut mengumpulkan data kunjungan melalui analisis pergerakan perangkat seluler.
Meski begitu, penyelidikan mengenai sumber pasti wabah Cyclospora masih terus berlangsung. Otoritas kesehatan juga terus memantau penyebaran kasus untuk memastikan keamanan pasokan bahan pangan di berbagai restoran.












