JAKARTA, Cobisnis.com – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengakui menghadapi kualifikasi yang sulit di Moto3 San Marino. Hasil tersebut membuat Veda Ega akan memulai balapan dari posisi start ke-15.
Veda Ega sebelumnya mampu finis di posisi kelima pada sesi pagi. Namun, performanya di kualifikasi tidak sesuai harapan karena gagal mencatat lap terbaik.
“Hari ini [Sabtu] jadi hari yang sulit. Pada pagi hari, situasi cukup kompleks, saya bisa finis di posisi kelima tetapi di kualifikasi saya tak mampu mencatat lap terbaik dan saya tidak bisa meningkatkan catatan waktu dibanding hari sebelumnya,” ujar Veda Ega.
Pembalap Indonesia itu juga mengungkap bagian lintasan yang menjadi kendala utama. Tikungan pertama menjadi titik yang membuat Veda kehilangan waktu cukup signifikan.
“Di lap terakhir, saya bisa mencatat pace yang serupa dengan pembalap lain dalam banyak sektor, namun di tikungan pertama, pembalap lain menyusul saya dan saya kehilangan 0,9 detik di sana,” kata Veda Ega.
Kehilangan waktu tersebut berdampak pada catatan Veda di sektor pertama. Meski begitu, ia menilai kecepatannya di sektor lain masih mampu bersaing dengan pembalap lain.
“Hal tersebut mempengaruhi catatan waktu saya di sektor pertama. Namun di sektor lainnya, kami punya catatan yang serupa dengan pembalap lain, jadi saya tahu bahwa kami juga punya kecepatan,” tuturnya.
Veda Ega kini fokus melakukan perbaikan sebelum balapan berlangsung. Sektor pertama menjadi perhatian utama untuk meningkatkan catatan waktunya.
“Saya harus meningkatkan catatan waktu di sektor pertama dan kami akan bekerja keras dengan tim,” ujar Veda Ega.
Posisi start ke-15 membuat Veda harus bekerja lebih keras untuk mengejar rombongan depan. Namun, ia masih optimistis bisa memperbaiki posisi sepanjang balapan.
“Posisi start urutan 15 bakal membuat balapan jadi sulit, namun balapan nanti berlangsung panjang dan saya akan berusaha di tiap lap untuk memperbaiki posisi,” katanya.
Veda Ega akan menjalani balapan dengan fokus mengejar posisi lebih baik dari grid ke-15. Kecepatan di sektor lain yang dinilainya kompetitif menjadi modal untuk melakukan perbaikan sepanjang balapan.













