JAKARTA, Cobisnis.com – Perang di Ukraina memasuki fase baru dengan penggunaan robot tempur dan drone dalam skala besar. Teknologi tersebut mulai mengubah cara Kyiv menghadapi invasi Rusia yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.
Kini, banyak operasi militer Ukraina berlangsung tanpa kehadiran langsung pasukan di garis depan. Sebaliknya, operator mengendalikan robot dan drone dari pusat komando yang berada jauh dari lokasi pertempuran.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya mengklaim pasukannya berhasil merebut posisi Rusia menggunakan robot dan drone tanpa keterlibatan infanteri.
Selain itu, Zelensky menyebut sistem tanpa awak telah menjalankan sekitar 22.000 misi sejak awal tahun. Perkembangan tersebut muncul ketika Ukraina menghadapi krisis kekurangan personel militer.
Di sisi lain, dukungan internasional juga mengalami ketidakpastian dalam beberapa bulan terakhir. Karena itu, militer Ukraina semakin mengandalkan teknologi untuk mempertahankan efektivitas tempurnya.












