JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana penghentian bantuan militer tahunan senilai sekitar USD4 miliar atau Rp66 triliun kepada Israel pada akhir 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons keputusan tersebut dengan menyebut perubahan hubungan kedua negara sebagai peralihan dari bantuan menuju kemitraan.
Kantor Perdana Menteri Israel dalam pernyataan pertamanya pada Jumat (6/11/2026) tidak membantah pengumuman Trump. Pemerintah Israel justru menekankan bahwa hubungan kedua negara tetap kuat dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Peralihan dari bantuan menuju kemitraan menunjukkan kekuatan dan kecanggihan hubungan kami serta kemampuannya untuk beradaptasi dan tetap kuat seiring waktu,” demikian pernyataan kantor Netanyahu, dikutip dari The Times of Israel.
Trump sebelumnya mengatakan AS dan Netanyahu telah menyepakati penghentian bantuan tersebut beberapa bulan lalu. Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (3/11/2026), Trump menyebut Israel sudah menjadi negara yang berhasil dan tidak lagi membutuhkan bantuan finansial tersebut.
Trump juga mengungkapkan keputusan itu dipengaruhi pertimbangan politik domestik. Ia menilai bantuan militer kepada Israel menjadi isu yang digunakan sejumlah politisi Demokrat untuk mengkritik pemerintahannya.
Meski demikian, penghentian bantuan pada akhir tahun ini belum memiliki rincian mekanisme yang jelas. Kesepakatan bantuan militer AS-Israel saat ini sebenarnya mencakup USD38 miliar selama 10 tahun dan berlaku hingga 2028.
Bantuan tersebut sebagian besar digunakan Israel untuk membeli persenjataan dan komponen militer buatan Amerika. Karena itu, perubahan jadwal penghentian bantuan berpotensi memengaruhi pembelian senjata serta perencanaan pertahanan Israel.
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee sebelumnya menyebut kedua negara ingin mengubah hubungan dari bantuan finansial menjadi kemitraan perdagangan dan kerja sama pertahanan.
Netanyahu sendiri telah menyampaikan keinginan mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan AS secara bertahap. Namun, pengumuman Trump yang mempercepat penghentian bantuan hingga akhir 2026 menjadi perubahan besar dalam hubungan kedua negara.
Hingga kini, belum ada penjelasan terperinci mengenai bagaimana penghentian bantuan akan diterapkan, termasuk peran Kongres AS dalam proses tersebut.











