JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas belanja masyarakat menunjukkan tren positif pada kuartal I 2026. Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu pendorong utama peningkatan konsumsi rumah tangga.
Berdasarkan Mandiri Spending Index (MSI), pertumbuhan belanja tercatat sebesar 2,9% dibandingkan periode pra-Ramadan. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga. Konsumsi rumah tangga pun menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini.
Sejalan dengan hal tersebut, Mandiri Kartu Kredit mencatat pertumbuhan frekuensi transaksi sebesar 24,3% secara tahunan. Nilai transaksi juga meningkat 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didukung oleh berbagai fitur yang ditawarkan kepada nasabah. Mulai dari cicilan 0%, perlindungan transaksi, hingga jangkauan merchant yang luas di dalam dan luar negeri.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menyebut momentum musiman seperti Imlek, Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri turut mendorong kinerja tersebut. Bank juga mengoptimalkan peluang melalui penguatan layanan di berbagai kanal.
Pada sisi digital, penggunaan kartu kredit semakin didorong melalui fitur virtual card. Nasabah dapat bertransaksi lebih praktis melalui QRIS, e-commerce, hingga penarikan dana tunai.
Selain itu, inovasi Tap to Pay di aplikasi Livin’ by Mandiri turut meningkatkan kemudahan transaksi. Nasabah cukup menggunakan ponsel Android untuk melakukan pembayaran di mesin EDC.
Dari sisi penggunaan, transaksi online didominasi oleh sektor e-commerce, travel, dan elektronik. Sementara transaksi offline masih didorong oleh belanja di department store, restoran, dan supermarket.
Untuk memperluas layanan, Bank Mandiri juga menghadirkan kartu kredit co-brand seperti Marriott Bonvoy dan Traveloka. Produk ini menawarkan berbagai keuntungan tambahan bagi nasabah.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat ekosistem pembayaran dan kapabilitas digital. Langkah ini diharapkan mampu menjaga pertumbuhan bisnis ritel sekaligus memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang semakin dinamis.













