JAKARTA, Cobisnis.com – Tiongkok mengungkapkan skema pelaksanaan misi pendaratan berawak di Bulan dengan menerapkan arsitektur “dua peluncuran, pertemuan di orbit Bulan” (two launches, lunar orbit rendezvous).
Rencana tersebut disampaikan seorang insinyur senior pada Sabtu (31/10/2026), seiring dengan kemajuan pengembangan program eksplorasi Bulan berawak negara tersebut.
Wakil Kepala Perancang Program Antariksa Berawak Tiongkok sekaligus Kepala Perancang Program Eksplorasi Bulan, Wang Xiang, memaparkan skema itu dalam Simposium Antariksa Berawak (Manned Space Symposium) ketujuh di Beijing.
Berdasarkan skema tersebut, dua roket akan meluncurkan wahana pendarat Bulan Lanyue dan pesawat antariksa berawak Mengzhou secara terpisah menuju orbit transfer Bumi-Bulan.
Kedua wahana kemudian akan melakukan pertemuan (rendezvous) dan penambatan (docking) di orbit Bulan. Setelah itu, para astronaut berpindah dari pesawat antariksa Mengzhou ke wahana pendarat Lanyue untuk turun ke permukaan Bulan dan menjalankan kegiatan ilmiah.
Wang mengatakan pendekatan tersebut sesuai dengan kapabilitas teknis dan infrastruktur yang dimiliki Tiongkok saat ini. Pengembangan pesawat antariksa dan wahana pendarat secara terpisah juga dinilai dapat membantu standardisasi produksi serta mendukung pembentukan keluarga wahana untuk penggunaan jangka panjang.
Tiga Wahana Jadi Kunci Misi Bulan Tiongkok
Meski menghadapi berbagai tantangan, Wang menyebut sistem baru untuk memobilisasi sumber daya secara nasional menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menurut dia, program pendaratan berawak di Bulan telah menetapkan rencana sistem, standar teknis, dan persyaratan kualitas dalam satu kerangka kerja pengembangan.
Program tersebut juga menerapkan pendekatan desain terintegrasi dengan penekanan pada verifikasi antarmuka antarsubsistem.
Sejauh ini, pengembangan tiga komponen utama misi, yakni roket pengangkut Long March-10, pesawat antariksa berawak Mengzhou, dan wahana pendarat Bulan Lanyue, dilaporkan berjalan lancar.
Sejumlah pengujian penting juga telah diselesaikan. Pengujian tersebut mencakup uji pembatalan peluncuran pada ketinggian nol (zero-height abort) dan pembatalan penerbangan pada kondisi tekanan dinamis maksimum untuk pesawat antariksa Mengzhou.
Selain itu, wahana pendarat Bulan Lanyue telah menjalani uji pendaratan dan lepas landas. Sementara itu, roket Long March-10 telah menyelesaikan uji demonstrasi dan validasi pada ketinggian rendah.
Tiongkok Prioritaskan Penguasaan Ilmu Sebelum Pemanfaatan Bulan
Wang mengatakan eksplorasi Bulan pada masa mendatang perlu mengikuti prinsip membangun pengetahuan dan kapabilitas terlebih dahulu sebelum beralih ke pemanfaatan sumber daya.
Menurut dia, diperlukan tahapan survei dalam jangka panjang agar manusia dapat memahami kondisi Bulan secara bertahap.
Ia juga menjelaskan bahwa pendaratan berawak dan eksplorasi Bulan tanpa awak memiliki banyak kesamaan, terutama dalam teknologi utama, infrastruktur, dan personel.
Berbagai pencapaian dari program eksplorasi Bulan Chang’e milik Tiongkok juga disebut akan mendukung upaya pendaratan astronaut di Bulan.
Informasi mengenai rencana tersebut disampaikan melalui laporan Xinhua yang dikutip pada Senin (2/11/2026).













