JAKARTA, Cobisnis.com – Menurut penelitian terbaru, menghabiskan lebih banyak waktu berkegiatan di bawah sinar dapat membantu orang tertidur lebih awal dan mendapatkan tidur yang lebih nyenyak di malam hari.
Dilansir dari foxnews, Senin (20/07/2026), sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas Manchester menemukan bahwa orang dewasa yang beraktivitas di luar ruangan cenderung tertidur lebih awal, bangun lebih awal, dan mengalami tidur nyenyak yang lebih banyak selama bagian awal malam.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal NPJ Biological Timing and Sleep ini didasarkan pada data lebih dari 500 hari yang dikumpulkan dari 89 orang dewasa yang mengenakan sensor cahaya dan pelacak tidur sambil mencatat jurnal tidur harian mereka.
Hasilnya, peserta yang menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari yang lebih terang umumnya tertidur dan bangun lebih awal daripada mereka yang kurang terpapar cahaya.
Menurut penelitian tersebut, mereka yang lebih konsisten terpapar cahaya matahari di siang hari juga mengalami waktu tidur yang lebih sehat dan lebih banyak tidur nyenyak di awal malam.
Jennifer Martin, Ph.D., seorang psikolog klinis dan profesor di Herbert Wertheim College of Medicine, Florida International University, mengatakan bahwa temuan tersebut sejalan dengan apa yang sudah diketahui para ahli tentang bagaimana cahaya memengaruhi jam internal tubuh.
“Cahaya memengaruhi tidur manusia melalui jalur tertentu, dimulai dari mata. Ketika cahaya mengenai sel-sel tertentu di retina, cahaya tersebut memberi sinyal ke otak bahwa saat itu siang hari, yang berarti kita harus waspada dan aktif,” tuturnya.
Menurut Martin, cahaya pagi sangat bermanfaat karena membantu menjaga siklus tidur dan alarm bangun tubuh tetap konsisten. Ia merekomendasikan untuk menghabiskan waktu di luar ruangan di pagi hari jika memungkinkan.
“Paparan sinar matahari di pagi hari sangat baik untuk tidur yang sehat. Cahaya pagi yang teratur membantu orang merasa mengantuk sekitar waktu yang sama setiap malam dan membangun rutinitas tidur yang kuat,” ungkapnya.
Dia menyarankan untuk menghindari cahaya terang selama beberapa jam terakhir sebelum tidur dan menjaga waktu yang konsisten setiap pagi.
“Mengubah waktu bangun tidur Anda lebih dari sekitar satu jam dapat menyebabkan perasaan ‘jet lag’ dan berkontribusi pada kesulitan tidur nyenyak secara teratur,” jelas Martin.
Membatasi cahaya terang di malam hari juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
“Orang dewasa sebaiknya menargetkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam dan mencari bantuan dari spesialis tidur jika masalah tidur menjadi kronis,” pungkas Martin.













