JAKARTA, Cobisnis.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan bahwa aktivitas lari tidak dikenai pajak meski aplikasi Strava mulai memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Indonesia. PPN tersebut hanya berlaku untuk layanan Strava Premium sebagai bagian dari ketentuan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
Penjelasan itu disampaikan menyusul munculnya anggapan bahwa pemerintah mengenakan pajak kepada masyarakat yang berolahraga menggunakan aplikasi Strava. DJP menegaskan kebijakan tersebut hanya menyasar transaksi atas layanan digital berbayar, bukan aktivitas olahraga penggunanya.
Strava menjadi salah satu dari tujuh perusahaan digital luar negeri yang ditunjuk sebagai pemungut PPN PMSE. Selain Strava, DJP juga menunjuk beberapa perusahaan digital lain dari sektor kecerdasan buatan, pendidikan, hingga penyedia konten digital.
Dengan penunjukan tersebut, biaya berlangganan Strava Premium akan dikenai tambahan PPN sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Kebijakan ini merupakan bagian dari perluasan pemungutan pajak terhadap layanan digital yang dimanfaatkan masyarakat Indonesia.
DJP menjelaskan bahwa hingga Mei 2026 telah terdapat 271 pelaku PMSE yang ditunjuk sebagai pemungut PPN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 perusahaan telah aktif memungut dan menyetorkan PPN kepada negara.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, menyebut penambahan pemungut baru dilakukan mengikuti perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, semakin beragam layanan digital yang digunakan masyarakat perlu diikuti dengan sistem perpajakan yang memberikan kepastian hukum.
Hingga 31 Mei 2026, penerimaan PPN PMSE tercatat mencapai Rp40,55 triliun sebagai bagian dari total penerimaan pajak ekonomi digital sebesar Rp52,85 triliun. Angka tersebut juga mencakup penerimaan dari pajak aset kripto, fintech peer-to-peer lending, dan Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP).
DJP mengimbau masyarakat untuk tidak salah memahami kebijakan ini. Yang dikenai PPN adalah transaksi langganan layanan digital Strava Premium, sedangkan aktivitas berlari maupun penggunaan fitur gratis Strava tidak dikenai pajak.












