• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, August 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Bisa Datang Diam-Diam

Rizki Meirino by Rizki Meirino
August 14, 2026
in Lifestyle
0
Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Bisa Datang Diam-Diam

Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Bisa Datang Diam-Diam

JAKARTA, Cobisnis.com – Stamina yang menurun, tubuh lebih mudah lelah, perubahan fungsi seksual, berat badan meningkat, hingga kadar gula darah yang berubah kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal, perubahan tersebut dapat menjadi sinyal adanya gangguan hormon maupun metabolisme yang perlu diperhatikan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026 bertema “Translating Evidence into Impact: Practical Endocrinology for Real-World Care” yang digelar pada Juli 2026. Seminar tersebut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, di antaranya dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM dan dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM.

Pada pria, penurunan kadar testosteron memang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Data European Male Ageing Study (EMAS) menunjukkan penurunan testosteron dan free testosterone semakin nyata setelah usia 50 tahun. Namun, perubahan yang menetap dan disertai keluhan tidak selalu perlu dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah late-onset hypogonadism (LOH) atau kekurangan testosteron pada pria. Kondisi tersebut diperkirakan dialami sekitar 2,1% populasi pria secara umum. Prevalensinya meningkat dari 0,1% pada pria usia 40–49 tahun menjadi 5,1% pada usia 70–79 tahun, serta dapat meningkat pada pria dengan obesitas atau metabolic syndrome.

dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM yang berpraktek di UKRIDA Primaya Hospital, mengatakan pria perlu lebih peka terhadap perubahan tubuh yang mulai memengaruhi aktivitas maupun kualitas hidup.

“Bertambahnya usia memang membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk hormon. Namun, ketika perubahan seperti mudah lelah, penurunan stamina, atau gangguan fungsi seksual mulai menetap dan memengaruhi kualitas hidup, kondisi tersebut perlu dilihat lebih jauh. Kekurangan testosteron bukan sekadar persoalan usia atau fungsi seksual, tetapi dapat berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan. Karena itu, penting untuk melakukan evaluasi medis secara tepat dan tidak sekadar menganggapnya sebagai proses penuaan,” ujarnya.

Selain gangguan hormon, diabetes juga dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Kondisi tersebut membuat seseorang terkadang baru mengetahui adanya diabetes setelah komplikasi muncul.

Materi Primaya Endocrine 2026 mencatat lebih dari 250 juta orang dewasa di dunia belum menyadari bahwa mereka mengalami gangguan metabolisme. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi sebelum pengobatan dimulai.

Di Indonesia, merujuk IDF Diabetes Atlas 2025, Indonesia berada pada peringkat kelima dunia untuk prevalensi diabetes pada usia 20–79 tahun dan peringkat ketiga untuk jumlah kasus yang belum terdiagnosis.

dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM, yang berpraktik di Primaya Hospital Bekasi Barat, menjelaskan bahwa diabetes tidak cukup dipandang sebagai persoalan kadar gula darah.

“Diabetes bukan hanya persoalan gula darah. Prosesnya melibatkan berbagai mekanisme dan organ tubuh, sehingga pengelolaannya juga perlu melihat risiko pasien secara menyeluruh. Kita perlu bergeser dari pendekatan yang reaktif menjadi lebih proaktif, termasuk menjaga kesehatan jantung dan ginjal sejak lebih awal,” jelasnya.

Diabetes tipe 2 melibatkan berbagai mekanisme yang berkaitan dengan pankreas, hati, jaringan lemak, otot, ginjal, otak, saluran pencernaan, hingga sistem imun. Karena itu, keberhasilan pengelolaan diabetes tidak cukup dinilai dari satu angka laboratorium, tetapi juga dari kemampuan mencegah komplikasi dan mempertahankan fungsi organ.

Pendekatan pengelolaan diabetes kini bergerak dari reaktif menjadi lebih proaktif. Fokusnya mencakup perlindungan organ, pemanfaatan teknologi, serta penyesuaian penanganan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Pertimbangan dalam pengelolaan diabetes dapat mencakup kondisi jantung dan ginjal, berat badan, risiko komplikasi, penyakit penyerta, hingga kebutuhan dan preferensi pasien.

Dengan pendekatan tersebut, tujuan pengelolaan kesehatan bukan sekadar memperbaiki angka hormon, gula darah, atau berat badan. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjaga fungsi organ, mencegah komplikasi, mempertahankan produktivitas, serta memastikan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Melalui pendekatan tersebut, Primaya Hospital mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan tubuh dan tidak terburu-buru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Sinyal tubuh dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan, sementara deteksi dini membuka peluang mendapatkan penanganan yang tepat dan personal.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: deteksi dini diabetesdiabetesdiabetes tipe 2gangguan metabolismekekurangan testosteronkesehatan priaPrimaya Hospitalstamina menuruntestosteron pria

Related Posts

Kenapa Kita Suka Makan Saat Stres? Ini Penyebabnya

Alasan Gen Z Kini Lebih Rentan Mengalami Diabetes

by Desti Dwi Natasya
July 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Diabetes kini tidak lagi identik dengan usia lanjut karena semakin banyak kasus yang ditemukan pada remaja hingga...

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Roti? Simak Penjelasan Ahli Gizi

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Roti? Simak Penjelasan Ahli Gizi

by Hidayat Taufik
July 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi roti tanpa harus menghilangkannya dari menu harian. Namun, para ahli mengingatkan agar...

Benarkah Minuman Manis dan Bersoda Sebabkan Rambut Rontok? Ini Kata Ahlinya

Benarkah Minuman Manis dan Bersoda Sebabkan Rambut Rontok? Ini Kata Ahlinya

by Chodijah Febriani
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mulai sekarang kalau kamu punya kebiasaan buruk sering konsumsi minuman soda ataupun minum minuman manis lebih baik...

Nyeri Punggung Belum Tentu Sakit Ginjal, Kenali 3 Perbedaan Utamanya

Nyeri Punggung Belum Tentu Sakit Ginjal, Kenali 3 Perbedaan Utamanya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nyeri di area punggung sering membuat banyak orang langsung mengira mengalami gangguan ginjal. Sebaliknya, ada juga yang...

Ingin Gula Darah Tetap Stabil, Coba Ganti Bumbu Makan dengan 7 Pilihan Ini

Ingin Gula Darah Tetap Stabil, Coba Ganti Bumbu Makan dengan 7 Pilihan Ini

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Banyak orang sudah membatasi konsumsi gula, tetapi masih mengabaikan kandungan gula tambahan pada saus dan bumbu pelengkap....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Karhutla Kalimantan Kirim Kabut Asap ke Malaysia, Pemerintah Bergerak

Karhutla Kalimantan Kirim Kabut Asap ke Malaysia, Pemerintah Bergerak

August 14, 2026
Driver Ojol Disebut Makin Besar Penghasilannya Prabowo Klaim Naik 3 Kali Lipat

Driver Ojol Disebut Makin Besar Penghasilannya Prabowo Klaim Naik 3 Kali Lipat

August 14, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

August 13, 2026
Amrie Hakim

Andrie Yunus Masuk Jajaran Golden Alumni dalam Top Indonesian Law Schools 2026

August 14, 2026
Indonesia Lama Dijajah Belanda, Mengapa Bahasanya Tak Banyak Dipakai?

Indonesia Lama Dijajah Belanda, Mengapa Bahasanya Tak Banyak Dipakai?

August 15, 2026
Ray White Indonesia Top Brand Award 2026

Ray White Indonesia Raih Top Brand Award 2026, Pertahankan Konsistensi Selama 15 Tahun Berturut-turut

August 14, 2026
KA Jarak Jauh

Rayakan HUT RI, KAI Beri Diskon 17 Persen untuk Tiket KA Jarak Jauh

August 14, 2026
Stop Tabur Garam untuk Usir Kobra, Ini Cara Penanganan yang Tepat

Stop Tabur Garam untuk Usir Kobra, Ini Cara Penanganan yang Tepat

August 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved