JAKARTA, Cobisnis.com — Perusahaan teknologi kini memakai rekaman pekerjaan rumah tangga untuk melatih robot humanoid agar bergerak seperti manusia. Karena itu, aktivitas sederhana di rumah berubah menjadi sumber data penting bagi industri kecerdasan buatan.
Robot humanoid menjadi fokus baru dalam persaingan teknologi global. Banyak perusahaan kini mengembangkan mesin yang bisa membantu pekerjaan rumah, bekerja di toko, hingga mendukung aktivitas di kantor.
Namun, robot serbaguna tidak cukup hanya mengandalkan perangkat keras. Mereka juga membutuhkan data gerakan manusia dalam jumlah besar agar bisa memahami lingkungan nyata.
Startup Micro1 mulai merekrut ribuan pekerja kontrak dari berbagai negara untuk merekam aktivitas sehari-hari. Setiap orang memakai kamera di kepala lalu menjalankan daftar tugas rumah tangga.
Tugas yang direkam meliputi memasak, menyapu, membersihkan meja, merapikan taman, dan merawat hewan peliharaan. Selain itu, pekerja harus mengirim setidaknya 10 jam video setiap minggu.
Wakil presiden robotika data Micro1, Arian Sadeghi, mengatakan kebutuhan data robot masih sangat besar. Menurutnya, industri ini belum mendekati jumlah ideal.
Saat ini, Micro1 memiliki sekitar 4.000 pekerja di 71 negara. Mereka mengirim lebih dari 160.000 jam video setiap bulan dari rumah masing-masing.
Video itu kemudian diberi anotasi agar robot mengenali benda, arah gerak, jarak, dan bentuk aktivitas manusia. Dengan cara itu, robot belajar memahami tindakan secara bertahap.












