JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas perkembangan Timur Tengah serta upaya menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Menurut kantor berita resmi UEA, Emirates News Agency (WAM), pembicaraan melalui sambungan telepon pada Selasa (13 Oktober 2026) itu juga membahas kerja sama bilateral dan penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan regional dan internasional serta menekankan pentingnya memperkuat keamanan dan stabilitas demi kepentingan negara-negara dan masyarakat di Timur Tengah.
Sementara itu, Kremlin menyebut pembicaraan tersebut turut menyinggung kesepakatan yang dicapai setelah percakapan telepon Putin dengan Presiden AS Donald Trump, termasuk pasokan bahan bakar diesel Rusia dan peluang penyelesaian krisis di kawasan Teluk Persia.
Pembicaraan itu berlangsung ketika konflik AS-Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dan kelancaran pasokan energi, terutama di kawasan Teluk yang memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia.
Di tengah situasi tersebut, Trump menyatakan tidak meyakini Rusia dan China membantu Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin (12 Oktober 2026), Trump menyebut kedua negara memiliki terlalu banyak kepentingan yang dapat dipertaruhkan jika mereka memberikan bantuan kepada Teheran.
“Jika mereka membantu, skalanya sangat rendah, tetapi saya sama sekali tidak percaya mereka melakukannya. Mereka punya terlalu banyak hal yang bisa dipertaruhkan, dan kami akan mengetahuinya dengan sangat cepat,” tulis Trump, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (14 Oktober 2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan mengenai dugaan dukungan Rusia dan China kepada Iran, termasuk bantuan intelijen dan komponen persenjataan yang disebut dalam sejumlah laporan berdasarkan penilaian intelijen AS.
Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa keterlibatan kedua negara dalam membantu Iran akan membawa konsekuensi serius bagi Moskow dan Beijing.
Sementara itu, pembicaraan Putin dan Mohamed bin Zayed menegaskan perhatian kedua negara terhadap perkembangan kawasan, kerja sama bilateral, serta upaya menjaga keamanan dan stabilitas Timur Tengah.













