JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Partai Demokrat yang dinilainya tetap menjaga sikap ketika berada di luar pemerintahan.
Prabowo menilai Demokrat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan ketika tidak memegang kekuasaan. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.
“Dikatakan Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Bicara kan harus halus. Pernah di puncak, pernah tidak di puncak. Pernah di pemerintahan, pernah tidak, tapi waktu tidak berkuasa Partai Demokrat tidak caci-maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” ujar Prabowo dalam HUT ke-25 Demokrat dikutip dari berbagai sumber, Kamis (10/9/2026).
Prabowo kemudian menyinggung pengalamannya dalam kontestasi politik. Ia mengatakan pernah mengalami kekalahan dalam empat kali pemilihan presiden, tetapi memilih menerima hasil tersebut dan kembali berjuang.
“Saya waktu empat kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” sambungnya.
Berterima Kasih atas Dukungan Demokrat
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Demokrat terhadap dirinya dalam Pilpres 2019 dan 2024.
Ia secara khusus menyebut Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang ikut terlibat dalam kampanye.
“Turun lapangan, turun bersama-sama berkampanye, karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya dan SBY memiliki latar belakang yang sama sebagai jenderal TNI. Keduanya pernah dididik sebagai prajurit yang mengutamakan pengabdian kepada masyarakat.
“Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” kata Prabowo.
Ia menilai perjalanan politik SBY menjadi salah satu contoh bahwa seorang purnawirawan dapat terjun ke politik melalui jalur demokrasi.
“Saya kira Pak SBY memberi contoh, pensiun, keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat mendapat mandat. Demikian juga saya. Kalau nyontek yang baik boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” imbuhnya.
Prabowo dan SBY Satu Angkatan di Akmil
Prabowo kemudian mengenang masa pendidikan militernya bersama SBY. Keduanya tercatat sebagai satu angkatan di Akademi Militer pada 1970.
“Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akmil. Masuknya satu angkatan. Keluarnya angkatan di bawahnya,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, SBY sejak awal telah menunjukkan kemampuan yang menonjol selama menjalani pendidikan di Akmil.
“Memang dari awal sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik. Tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki,” sambungnya.
Prabowo mengaku merasa terhormat dapat menghadiri perayaan ulang tahun Partai Demokrat. Acara tersebut sekaligus menjadi momentum perayaan ulang tahun SBY yang ke-77.
“Atas kehormatan yang diberikan kepada saya dapat hadir di sini, di tengah-tengah Partai Demokrat yang merayakan ultah ke-25, dan sekaligus ultah ke-77 penggagas, pendiri Partai Demokrat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono,” imbuh Prabowo.













