JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan seperti biasa di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
AHY menyampaikan bahwa sejauh pemantauan pemerintah, belum ditemukan tanda-tanda yang menunjukkan adanya ancaman tsunami di kawasan Selat Sunda.
“Tadi kami juga berdiskusi dengan Pak Menteri Perhubungan terkait pelayaran atau penyeberangan dari Merak-Bakauheni. Secara umum ini masih bisa beroperasi dengan baik karena dari dua-tiga hari terakhir ini tidak diindikasikan terjadi peningkatan permukaan air laut yang sangat ekstrem, sea level rise dan juga gelombang yang masih relatif dalam ukuran yang moderat,” kata AHY kepda wartawan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/9/2026).
Menurut AHY, layanan penyeberangan dari Merak menuju Bakauheni maupun arah sebaliknya tetap dapat dilakukan. Kendati demikian, pemerintah terus melakukan pemantauan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas.
“Jadi tidak ada atau tidak ditemukan potensi tsunami. Bisa dikatakan angkanya di bawah 50% sehingga pelayaran masih bisa dilakukan, penyeberangan masih bisa dilakukan. Tapi tentu ini semua dalam pengawasan yang ketat karena sekali lagi kita tidak ingin menomorduakan faktor keselamatan,” ucapnya.
Abu Vulkanik Juga Berdampak pada Kesehatan
Selain sektor transportasi, AHY mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, abu vulkanik tidak hanya menjadi persoalan bagi penerbangan. Material tersebut dapat mengganggu berbagai aspek operasional bandara karena mengandung silika.
“Dan imbauan dari pemerintah tentunya bagi kita semua untuk tetap menjaga kesehatan karena abu vulkanik bukan hanya berdampak pada sektor penerbangan karena mengandung material silika yang ada,” ujar AHY.
Material abu vulkanik dapat memberikan dampak terhadap mesin pesawat dan kondisi landasan pacu. Di sisi lain, paparan abu juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
“Dampak pada mesin termasuk juga operasional landasan pacu, tapi juga bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi lansia, balita, dan masyarakat yang memiliki riwayat permasalahan pernapasan,” imbuhnya.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.













