JAKARTA, Cobisnis.com – Pendiri Evergrande, Hui Ka Yan, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan China. Taipan berusia 67 tahun itu juga diperintahkan menyerahkan seluruh aset pribadinya.
Hui Ka Yan bukan hanya dikenal sebagai pendiri perusahaan properti Evergrande. Ia juga pernah menjadi pemilik klub sepak bola Guangzhou Evergrande yang sempat mendominasi sepak bola China.
Pada 2010, Evergrande membeli klub Guangzhou yang saat itu tengah terpuruk akibat kasus pengaturan skor. Klub tersebut kemudian berganti nama menjadi Guangzhou Evergrande Football Club.
Di bawah kepemilikan Evergrande, klub tersebut berkembang menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola China. Guangzhou Evergrande mendatangkan sejumlah pemain dan pelatih terkenal dari Asia hingga Eropa.
Beberapa nama besar yang pernah memperkuat atau melatih klub tersebut antara lain Paulinho, Robinho, Alberto Gilardino, Marcelo Lippi, Fabio Cannavaro, dan Luiz Felipe Scolari.
Guangzhou Evergrande kemudian meraih sejumlah prestasi besar. Klub tersebut menjadi juara liga China pada 2011 hingga 2017 dan kembali meraih gelar pada 2019.
Di level Asia, Guangzhou Evergrande juga dua kali menjuarai Liga Champions Asia pada 2013 dan 2015. Klub tersebut bahkan sempat menempati posisi keempat pada Piala Dunia Antarklub.
Namun, kejayaan itu perlahan berakhir seiring masalah keuangan yang membelit Evergrande. Krisis tersebut turut berdampak pada klub hingga akhirnya Guangzhou Evergrande mengalami degradasi.
Sementara itu, Hui Ka Yan dinyatakan bersalah atas delapan dakwaan berat dalam persidangan pada April 2026. Dakwaan tersebut mencakup penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan dana publik secara ilegal, hingga penyuapan.
Selain hukuman penjara seumur hidup, pengadilan China juga memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi Hui Ka Yan.












