JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sekitar 112 juta masyarakat Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. Data tersebut menjadi dasar pemerintah mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Menurut Budi, angka itu berasal dari empat desil terbawah dalam data Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas 2024. Setiap desil mewakili sekitar 28 juta penduduk sehingga total sasaran intervensi gizi mencapai 112 juta orang.
Pemerintah kini menyiapkan pembukaan sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah selesai dibangun. Seluruhnya akan dibuka secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Budi mengatakan keputusan pembukaan ribuan SPPG tersebut akan ditetapkan Kepala Badan Gizi Nasional sebelum 5 Agustus 2026. Dapur yang telah siap akan lebih dulu beroperasi di daerah dengan angka stunting tertinggi.
Pemerintah juga telah memiliki data anak stunting hingga tingkat kabupaten dan kota. Informasi tersebut mencakup identitas serta lokasi penerima manfaat sehingga penyaluran program dapat lebih tepat sasaran.
Setiap anak penerima MBG akan dipantau secara berkala melalui penimbangan di posyandu. Pemerintah ingin memastikan pemberian makanan bergizi benar benar mampu meningkatkan status gizi anak.
Menurut Budi, apabila berat badan anak tidak mengalami peningkatan, pemerintah dapat menelusuri penyebabnya. Ia menegaskan kebutuhan protein hewani menjadi salah satu faktor penting dalam memperbaiki kondisi gizi.
Selain MBG, Kementerian Kesehatan juga mendorong frekuensi Cek Kesehatan Gratis di sekolah ditingkatkan dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi efektivitas program.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembukaan 13 ribu SPPG akan diawali di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, seperti Papua Pegunungan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Setelah itu, pembukaan akan dilanjutkan ke Sumatra, Jawa, dan wilayah lainnya dalam waktu sekitar dua bulan.











