JAKARTA, Cobisnis.com – Isu mengenai Nasaruddin Umar yang disebut mundur dari jabatan Menteri Agama mencuat menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Kabar tersebut kemudian dikaitkan dengan kemungkinan Nasaruddin mengikuti pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai jika kabar pengunduran diri tersebut benar, kondisi itu bisa memperkuat dugaan adanya dukungan Istana terhadap Nasaruddin untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
Menurut Jamiluddin, keputusan meninggalkan jabatan Menteri Agama bukanlah langkah yang mudah. Apabila Nasaruddin benar-benar memilih mundur demi mengikuti kontestasi di PBNU, ia menilai kemungkinan terdapat pertimbangan politik yang kuat di balik keputusan tersebut.
“(Rumor) Mundurnya Nasaruddin Umar dari Menteri Agama juga menguatkan dugaan Istana menginginkannya untuk menahodai PBNU. Tanpa ada garansi kiranya sulit bagi Nasaruddin Umar untuk mengundurkan diri dari posisi Menteri Agama,” kata Jamiluddin di kutip dari berbagai sumber , Kamis (27/8/2026).
Jamiluddin menyebut Nasaruddin selama ini dikenal tidak terlalu aktif dalam politik praktis.
Karena itu, apabila ia benar-benar memutuskan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, menurutnya ada kemungkinan terdapat pihak tertentu yang memberikan dorongan.
“Jadi, sosok Nasaruddin Umar yang sederhana dan jauh dari ambisius kekuasaan, kiranya sulit dipahami bila ingin maju menjadi ketua umum PBNU. Ia melakukan itu diyakini ada sosok kuat mendorong dan menggaransinya,” ujarnya.
Meski demikian, pandangan tersebut belum bisa menjadi bukti bahwa Istana benar-benar memberikan restu kepada Nasaruddin untuk maju sebagai Ketua Umum PBNU.
Kemenag Tegaskan Nasaruddin Tidak Mundur
Kementerian Agama telah membantah informasi yang menyebut Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari posisi Menteri Agama. Kabar itu sebelumnya muncul dalam pemberitaan media online yang mengaku mengutip sumber dari lingkungan pemerintahan.
Sumber tersebut tidak disebutkan identitasnya. Dalam pemberitaan itu, Nasaruddin diklaim telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan persetujuan dari Istana.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Itu hoaks. Tidak benar Prof. Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama,” kata Thobib dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Bantahan juga datang dari Nasaruddin. Pada Rabu (26/8/2026), ia masih menjalankan aktivitasnya sebagai Menteri Agama.
Nasaruddin menghadiri peluncuran Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nabawi yang digelar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat nasional 1448 Hijriah.
Nasaruddin Disebut Masuk Bursa Ketum PBNU
Di tengah munculnya isu pengunduran diri, nama Nasaruddin Umar memang menjadi salah satu tokoh yang disebut dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.
Nasaruddin sebelumnya dikabarkan mendapat dukungan dari sejumlah senior dan sahabat di lingkungan NU untuk ikut dalam kontestasi tersebut. Namun, hingga Rabu (26/8/2026), ia belum menyampaikan deklarasi resmi sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Selain Nasaruddin, terdapat sejumlah nama lain yang disebut berpotensi mengikuti pemilihan Ketua Umum PBNU. Mereka di antaranya KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, KH Abdul Ghofur Maimun atau Gus Ghofur, KH M. Zaim Chasbullah atau Gus Zaim, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Sementara itu, Mustasyar PBNU sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, sebelumnya menegaskan bahwa proses pemilihan Ketua Umum PBNU tidak mendapat intervensi dari Istana.
Dengan demikian, sampai 26 Agustus 2026 belum ada kepastian resmi mengenai kabar Nasaruddin Umar mundur dari jabatan Menteri Agama. Sementara dugaan adanya dukungan Istana terhadap pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU masih berupa analisis dan belum mendapatkan konfirmasi resmi.












