JAKARTA, Cobisnis.com – Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi penerbangan karena dapat mengganggu hingga mematikan mesin pesawat. Risiko tersebut kembali menjadi perhatian di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia atau IABI Daryono mengungkit insiden British Airways Penerbangan 9 pada 24 Juni 1982. Pesawat Boeing 747 tersebut melintasi awan abu erupsi Gunung Galunggung pada ketinggian sekitar 37 ribu kaki.
“Abu vulkanik silika yang terhisap ke dalam empat mesin jet Boeing 747 tersebut meleleh dan membeku di bilah turbin hingga memicu kegagalan pembakaran mendadak yang mematikan seluruh mesin secara bersamaan,” ujar Daryono dalam keterangan resmi, Minggu (6/9/2026).
Pesawat sempat meluncur tanpa daya selama sekitar 16 menit sebelum berhasil keluar dari awan abu. Kru kemudian dapat menyalakan kembali mesin dan melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Menurut Daryono, abu vulkanik berbeda dari awan biasa karena terdiri dari pecahan batuan, silika, dan mineral mikroskopis yang tajam serta abrasif. Material tersebut dapat mengikis kaca kokpit, merusak sensor kecepatan udara, hingga mengganggu bilah turbin.
Ancaman terbesar terjadi ketika abu masuk ke mesin turbofan. Suhu ruang bakar yang sangat tinggi dapat membuat silika meleleh dan kemudian membeku pada komponen mesin.
Endapan material tersebut dapat mengganggu aliran udara dan proses pembakaran di dalam mesin. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat menyebabkan mesin kehilangan daya secara total.
Abu vulkanik juga dapat menimbulkan gangguan lain, termasuk listrik statis, gangguan frekuensi radio, serta potensi korosi pada sejumlah komponen sensitif pesawat.
Karena risiko tersebut, IABI mendukung penghentian sementara operasional sejumlah bandara yang terdampak erupsi Anak Krakatau. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Daryono menegaskan abu vulkanik memiliki sifat destruktif terhadap pesawat karena kandungan silika dan mineral tajam di dalamnya. Pemantauan sebaran abu menjadi bagian penting dalam menentukan keamanan operasional penerbangan.













