• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, November 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
October 31, 2026
in Lifestyle
0
Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

JAKARTA, Cobisnis.com – Memadukan kekayaan budaya Yogyakarta dengan praktik wellness dalam semangat pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta bagi wisatawan, Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026.

JCWF 2026 akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Selama tiga hari, festival ini menghadirkan beragam pengalaman yang mempertemukan praktik wellness, ekspresi budaya, kreativitas, dan gaya hidup berkelanjutan.

Pengunjung dapat mengeksplorasi lima experience zone, yakni “Mind & Body”, “Healing & Therapy”, “Nature Connection”, “Creative Expression”, dan “Culinary Wellness”. Rangkaian kegiatan mencakup yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, serta forum Pentahelix untuk memperkuat kerja sama antarpelaku industri.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata. Salah satunya cultural wellness yang memadukan nilai budaya, praktik kebugaran, kreativitas, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

“Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing,” kata Menteri Pariwisata melalui siaran persnya yang diterima Cobisnis.com, Sabtu (31/10/2026).

Menteri Pariwisata mengatakan JCWF yang diinisiasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi ruang inovasi untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Melalui tema ‘RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing’, Jogja Cultural Wellness Festival 2026 mengajak kita melihat wellness bukan sekadar aktivitas perawatan diri, tetapi juga sebagai upaya membangun kembali hubungan dengan budaya, lingkungan, dan sesama,” kata Menpar Widiyanti.

Menteri Pariwisata menjelaskan, permintaan terhadap perjalanan yang mengintegrasikan aktivitas kebugaran, perawatan diri, dan keseimbangan fisik maupun mental terus meningkat. Hal tersebut tercermin dari data Global Wellness Institute yang mencatat bahwa pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai 893,9 miliar dolar AS pada tahun 2024.

Sementara, di kawasan Asia Pasifik, tercatat 562,7 juta perjalanan wellness dengan nilai pengeluaran wisatawan mencapai 215 miliar dolar AS.

“Indonesia memiliki keunggulan melalui tradisi jamu, rempah Nusantara, perawatan tradisional, serta praktik kebugaran berbasis kearifan lokal yang menjadi pembeda di pasar internasional,” kata Menteri Pariwisata.

Menjawab peluang tersebut, Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas Pariwisata Berkualitas.

Kementerian Pariwisata juga telah mengembangkan Wellness Journey Across the Java Wonders, dengan sepuluh jalur dan tema perjalanan yang mengangkat potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga sedang menyusun direktori wisata wellness Indonesia untuk menyediakan informasi mengenai destinasi, produk, layanan, dan pelaku industri.

“Melalui Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH), kami memberikan pendampingan bisnis bagi penyedia paket wisata gastronomi dan wellness, guna meningkatkan kapasitas usaha dan kesiapan produk memasuki pasar,” kata Menpar Widiyanti Putri.

Lebih lanjut, Menteri Pariwisata mengungkapkan, pengembangan pariwisata berbasis budaya membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk wisata berdaya saing tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang menjadi kekuatannya. Partisipasi berbagai daerah juga menunjukkan semakin luasnya peluang kolaborasi dalam pengembangan ekosistem cultural wellness.

“Kami berharap keterlibatan tersebut dapat membuka peluang jejaring dan kerja sama baru, memperkuat produk lokal, serta memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat. Kami mengajak masyarakat, wisatawan, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk turut menyukseskan Jogja Cultural Wellness Festival 2026,” kata Menteri Pariwisata.

Sementara, Ketua BPPD DIY GKR Bendara mengatakan kekayaan filosofi dan praktik budaya Jawa memiliki relevansi kuat dengan konsep wellbeing yang berkembang saat ini. Nilai hamemayu hayuning bawana, filosofi sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, serta semangat gotong royong dan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna.

“Budaya adalah ruh utama yang menghubungkan manusia dengan identitasnya. Melalui JCWF 2026, kami berkomitmen membangun ekosistem pariwisata berbasis cultural wellness yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, dan meningkatkan daya saing Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional,” jelas GKR Bendara.

Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

JAKARTA, Cobisnis.com – Memadukan kekayaan budaya Yogyakarta dengan praktik wellness dalam semangat pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta bagi wisatawan, Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026.

JCWF 2026 akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Selama tiga hari, festival ini menghadirkan beragam pengalaman yang mempertemukan praktik wellness, ekspresi budaya, kreativitas, dan gaya hidup berkelanjutan.

Pengunjung dapat mengeksplorasi lima experience zone, yakni “Mind & Body”, “Healing & Therapy”, “Nature Connection”, “Creative Expression”, dan “Culinary Wellness”. Rangkaian kegiatan mencakup yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, serta forum Pentahelix untuk memperkuat kerja sama antarpelaku industri.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata. Salah satunya cultural wellness yang memadukan nilai budaya, praktik kebugaran, kreativitas, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

“Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing,” kata Menteri Pariwisata melalui siaran persnya yang diterima Cobisnis.com, Sabtu (31/10/2026).

Menteri Pariwisata mengatakan JCWF yang diinisiasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi ruang inovasi untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Melalui tema ‘RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing’, Jogja Cultural Wellness Festival 2026 mengajak kita melihat wellness bukan sekadar aktivitas perawatan diri, tetapi juga sebagai upaya membangun kembali hubungan dengan budaya, lingkungan, dan sesama,” kata Menpar Widiyanti.

Menteri Pariwisata menjelaskan, permintaan terhadap perjalanan yang mengintegrasikan aktivitas kebugaran, perawatan diri, dan keseimbangan fisik maupun mental terus meningkat. Hal tersebut tercermin dari data Global Wellness Institute yang mencatat bahwa pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai 893,9 miliar dolar AS pada tahun 2024.

Sementara, di kawasan Asia Pasifik, tercatat 562,7 juta perjalanan wellness dengan nilai pengeluaran wisatawan mencapai 215 miliar dolar AS.

“Indonesia memiliki keunggulan melalui tradisi jamu, rempah Nusantara, perawatan tradisional, serta praktik kebugaran berbasis kearifan lokal yang menjadi pembeda di pasar internasional,” kata Menteri Pariwisata.

Menjawab peluang tersebut, Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas Pariwisata Berkualitas.

Kementerian Pariwisata juga telah mengembangkan Wellness Journey Across the Java Wonders, dengan sepuluh jalur dan tema perjalanan yang mengangkat potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga sedang menyusun direktori wisata wellness Indonesia untuk menyediakan informasi mengenai destinasi, produk, layanan, dan pelaku industri.

“Melalui Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH), kami memberikan pendampingan bisnis bagi penyedia paket wisata gastronomi dan wellness, guna meningkatkan kapasitas usaha dan kesiapan produk memasuki pasar,” kata Menpar Widiyanti Putri.

Lebih lanjut, Menteri Pariwisata mengungkapkan, pengembangan pariwisata berbasis budaya membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk wisata berdaya saing tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang menjadi kekuatannya. Partisipasi berbagai daerah juga menunjukkan semakin luasnya peluang kolaborasi dalam pengembangan ekosistem cultural wellness.

“Kami berharap keterlibatan tersebut dapat membuka peluang jejaring dan kerja sama baru, memperkuat produk lokal, serta memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat. Kami mengajak masyarakat, wisatawan, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk turut menyukseskan Jogja Cultural Wellness Festival 2026,” kata Menteri Pariwisata.

Sementara, Ketua BPPD DIY GKR Bendara mengatakan kekayaan filosofi dan praktik budaya Jawa memiliki relevansi kuat dengan konsep wellbeing yang berkembang saat ini. Nilai hamemayu hayuning bawana, filosofi sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, serta semangat gotong royong dan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna.

“Budaya adalah ruh utama yang menghubungkan manusia dengan identitasnya. Melalui JCWF 2026, kami berkomitmen membangun ekosistem pariwisata berbasis cultural wellness yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, dan meningkatkan daya saing Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional,” jelas GKR Bendara.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: destinasi cultural wellnessJCWF 2026KemenparKementerian pariwisataMenpar WidiyantiMenteri pariwisataWidiyanti Putri Wardhanawisata YogyakartaYogyakarta

Related Posts

Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkelanjutan

by Chodijah Febriani
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai upaya menghasillkan paket wisata yang berkualitas dan berkelanjutan, Kementerian Pariwisata mengajak sejumlah operator tur dan agen...

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melalui Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026 di Glasgow dan Manchester, serta partisipasi dalam World Travel...

ASABRI Edukasi Prajurit TNI dan Keluarga di Banjarmasin

EIGER Nature Diresmikan, Menteri Pariwisata Apresiasi Wisata Berkelanjutan

by Rizki Meirino
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – EIGER meresmikan EIGER Nature di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 27 Oktober 2026. Destinasi ekowisata ini mengusung...

Konser Ye atau Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Foto: Dok: Kemenpar

Konser Kanye West datangkan 25 Ribu Penonton Asing, Menpar: Music Tourism Mampu Menggerakkan Ekonomi

by Chodijah Febriani
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Beberapa hari yang lalu, konser Ye atau Kanye West Live in Jakarta 2026 yang digelar di Stadion...

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Melihat Koleksi Wastra dan Kebaya dari 10 Negara Asia Tenggara dipamerkan di Museum Nasional (Dok: Kemenpar)

Koleksi Wastra dan Kebaya dari 10 Negara Asia Tenggara dipamerkan di Museum Nasional

by Chodijah Febriani
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Koleksi wastra dari 10 negara di wilayah Asia Tenggara dipamerkan di Museum Nasional, Jakarta, pada 26 Oktober...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

Jisoo BLACKPINK Rilis ADDICTED, Ini Makna di Balik Lagunya

October 30, 2026
Kapolri Dorong Program Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Pengangguran

Kapolri Dorong Program Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Pengangguran

October 31, 2026
Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

October 31, 2026
Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

October 31, 2026
Kismis - pexels/Yusuf Çelik

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Kismis dan Plum Kering? Ini Penjelasannya Dari Ahli

November 1, 2026
Susu Kedelai - pexels/Polina Tankilevitch

4 Protein Nabati yang dipercaya Dapat Menjaga Kesehatan Tulang

November 1, 2026
Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

Tampil Gemilang, Veda Ega Pratama Finis Kedua di Moto3 Malaysia

November 1, 2026
Jalan Kaki - pexels/Ihsan Adityawarman

Jalan Kaki Pagi atau Sore, Mana yang Lebih Baik untuk Mengelola Gula Darah?

November 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved