JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah jaringan televisi besar Amerika Serikat menghentikan sistem liputan bersama agenda Presiden Donald Trump setelah Gedung Putih membatasi akses wartawan dari CNN, Politico, dan MS NOW.
Keputusan tersebut diambil pada Senin (21/9/2026), ketika ABC, CBS, Fox News, NBC, dan CNN yang tergabung dalam jaringan televisi pool sepakat tidak menyediakan liputan bersama untuk kegiatan kepresidenan.
Langkah itu terjadi setelah Gedung Putih melarang wartawan dari CNN, Politico, dan MS NOW masuk ke area kompleks kepresidenan serta mencabut akses mereka sejak Sabtu (19/9/2026).
Trump sebelumnya mengatakan ketiga media tersebut kerap memberitakan hal yang ia sebut sebagai “fiksi dan kebohongan” mengenai pemerintahannya, sementara ketiganya kemudian menggugat pemerintahan Trump di pengadilan federal dengan alasan pembatasan tersebut melanggar hak kebebasan pers berdasarkan Amandemen Pertama.
Dalam pernyataan bersama, lima anggota jaringan televisi pool menyebut masyarakat memiliki kepentingan untuk memperoleh informasi yang akurat dan independen mengenai pemerintah.
“Tanpa pemberitahuan atau proses yang semestinya, Gedung Putih mencabut izin praktik jurnalis kami karena keberatan dengan pemberitaan kami,” bunyi pernyataan bersama ketiga organisasi media tersebut, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (23/9/2026).
Mereka juga menyatakan gugatan tersebut diajukan untuk mempertahankan prinsip kebebasan pers dan hak masyarakat memperoleh jurnalisme independen tanpa campur tangan pemerintah.
Kepala Biro Fox News Washington Bryan Boughton yang saat itu menjadi ketua rotasi jaringan TV pool menyampaikan bahwa tidak akan ada tim pengganti untuk menjalankan tugas CNN dalam liputan bersama presiden.
“Mulai hari ini, TV pool tidak akan meliput kegiatan yang ditetapkan sebagai liputan bersama Presiden,” tulis Boughton dalam surat elektronik kepada anggota pool.
Dampaknya terlihat ketika Trump melakukan sejumlah agenda, termasuk keberangkatannya menuju New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, karena tidak ada jaringan televisi yang menyediakan siaran pool untuk perjalanan tersebut.
Sejumlah media lain juga menahan distribusi foto kegiatan kepresidenan pada hari itu, termasuk The Washington Post dan The New York Times, sebagai bagian dari aksi bersama untuk mendukung media yang aksesnya dibatasi.
Di tengah kekosongan liputan televisi tersebut, Gedung Putih meluncurkan siaran daring bernama “Trump TV” yang menampilkan video dan materi mengenai kegiatan pemerintahan Trump secara langsung.
Sistem liputan bersama sendiri memungkinkan jaringan televisi berbagi biaya, kru, serta rekaman agenda presiden sehingga satu jaringan yang bertugas dapat menyediakan tayangan untuk media lainnya.












