JAKARTA, Cobisnis.com – Manchester United menjadi tim dengan jumlah tembakan terbanyak di Premier League 2026/27, tetapi produktivitas tersebut belum sejalan dengan hasil yang diraih.
Di bawah asuhan Michael Carrick, Manchester United baru mengoleksi lima poin dari lima pertandingan liga dan telah tersingkir dari EFL Cup setelah kalah dari Brighton & Hove Albion.
Catatan tersebut menjadi salah satu awal musim terburuk Manchester United karena lima poin dari lima laga menyamai catatan awal terendah klub pada periode yang sama sejak musim 2014/15.
Manchester United telah melepaskan 113 tembakan atau rata-rata 22,6 percobaan per pertandingan, menjadi angka tertinggi di Premier League.
Namun, banyak percobaan tersebut berasal dari luar kotak penalti karena United kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain rapat.
United memiliki 9,89 expected goals (xG) di Premier League, tetapi hampir setengah dari angka tersebut berasal dari satu pertandingan saat mengalahkan Ipswich Town dengan 4,77 xG.
Kondisi serupa terlihat saat menghadapi Fulham karena United unggul dalam sejumlah statistik serangan, tetapi hanya bermain imbang 1-1 setelah Matheus Cunha mencetak gol penyama pada menit-menit akhir.
Persoalan lain berada di lini depan setelah cedera Benjamin Sesko membuat pilihan Carrick di posisi penyerang tengah semakin terbatas.
Matheus Cunha beberapa kali dimainkan sebagai false nine, sementara Bryan Mbeumo dan Marcus Rashford masih mengandalkan kecepatan serta kemampuan individu dari sisi sayap.
Bruno Fernandes tetap menjadi pemain penting dalam serangan United karena sejak awal musim lalu ia berkontribusi terhadap 44 persen assist dan 42,5 persen peluang besar yang diciptakan tim.
Ketergantungan tersebut membuat performa Fernandes memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas Manchester United.
Masalah juga terlihat dalam keseimbangan bertahan karena Mbeumo dan Rashford tidak selalu memberikan perlindungan yang cukup kepada Diogo Dalot dan Luke Shaw.
Komposisi skuad turut menjadi faktor setelah investasi besar pada bursa transfer musim panas lebih banyak diarahkan ke lini tengah melalui kedatangan Andrey Santos, Youri Tielemans, dan Carlos Baleba.
Baleba direkrut dengan nilai awal 65 juta poundsterling, sementara total investasi United untuk Santos, Tielemans, dan Baleba telah menembus 150 juta poundsterling.
Di sisi lain, kedalaman pada posisi lain belum mendapatkan tambahan yang sebanding, sedangkan cedera Sesko dan Amad Diallo semakin membatasi pilihan Carrick.
Manchester United pun menghadapi situasi ketika jumlah tembakan dan penguasaan area permainan lawan belum konsisten menghasilkan peluang berkualitas tinggi.













