JAKARTA, Cobisnis.com – Ledakan dahsyat mengguncang sebuah pabrik kembang api di China hingga menewaskan 21 orang. Selain itu, sebanyak 61 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Peristiwa terjadi pada Senin (4/5) sekitar pukul 16.43 waktu setempat. Ledakan berlangsung di sebuah perusahaan manufaktur kembang api di Liuyang, Provinsi Hunan.
Berdasarkan laporan, ledakan terjadi secara beruntun dan memicu kebakaran besar. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi ke udara dari area pabrik yang berada di wilayah pedesaan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen mencekam saat ledakan terjadi. Suara dentuman keras terdengar berkali-kali, disertai api yang terus membesar dan melahap bangunan.
Sementara itu, rekaman drone yang diambil sehari setelah kejadian menunjukkan kondisi lokasi yang hancur. Puing-puing bangunan masih terlihat berasap, menandakan api belum sepenuhnya padam.
Pemerintah pusat langsung merespons dengan mengirimkan tim ahli ke lokasi kejadian. Otoritas juga menetapkan zona kendali sejauh tiga kilometer untuk mengamankan area dan mencegah risiko lanjutan.
Polisi telah menahan pihak manajemen perusahaan untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses investigasi oleh otoritas setempat.
Xi Jinping menyerukan upaya maksimal dalam penanganan korban. Ia juga menekankan pentingnya pencarian korban hilang serta evaluasi keselamatan industri secara menyeluruh.













