• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kurang Tidur di Hari Kerja Dibayar Saat Weekend, Apa Risikonya?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 16, 2026
in Lifestyle
0
Kurang Tidur di Hari Kerja Dibayar Saat Weekend, Apa Risikonya?

JAKARTA, Cobisnis.com – Waktu tidur yang kurang pada malam hari dapat menyebabkan tubuh terasa lemas dan membuat konsentrasi menurun pada keesokan harinya. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang berusaha mengganti waktu tidur tersebut ketika akhir pekan tiba.

Menambah waktu tidur dapat membantu tubuh memulihkan sebagian dampak akibat kurang tidur. Namun, durasinya tetap perlu dikendalikan agar tidak mengganggu jadwal tidur pada malam berikutnya.

Secara umum, orang dewasa dianjurkan memperoleh tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Sedangkan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang, yakni sekitar delapan hingga 10 jam.

Namun, tuntutan aktivitas pada hari kerja membuat kebutuhan tersebut terkadang tidak terpenuhi. Kondisi ini kemudian mendorong sebagian orang untuk tidur lebih lama ketika memasuki akhir pekan.

Survei yang melibatkan hampir 8.000 orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa hampir separuh responden memiliki kebiasaan memperpanjang waktu tidur pada akhir pekan. Kebiasaan tersebut tercatat paling banyak dilakukan oleh remaja.

Tidur Lebih Lama Bisa Mengubah Pola Tidur

Sistem tidur manusia pada dasarnya diatur oleh dua mekanisme penting, yakni sleep homeostat dan ritme sirkadian.

Sleep homeostat berperan dalam mengatur keseimbangan kebutuhan tidur. Mekanisme ini bekerja seperti “tangki tidur”. Semakin lama seseorang tidak tidur, semakin kuat pula dorongan tubuh untuk beristirahat.

Sementara itu, ritme sirkadian merupakan sistem jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Mekanisme tersebut dipengaruhi oleh cahaya, kondisi gelap, perubahan suhu, waktu makan, hingga aktivitas sehari-hari.

Karena itu, perubahan jadwal tidur dan bangun secara drastis dapat memengaruhi keseimbangan kedua sistem tersebut.

Sebagai contoh, bangun terlalu siang pada akhir pekan dapat membuat rasa kantuk berkurang pada malam hari. Akibatnya, seseorang berpotensi tidur lebih larut dari biasanya.

Selain itu, perubahan waktu terpapar cahaya dan melakukan aktivitas juga dapat memengaruhi ritme sirkadian tubuh.

Kondisi tersebut bisa membuat seseorang bangun lebih siang pada Minggu. Kemudian, waktu tidurnya kembali mundur pada Minggu malam. Saat Senin tiba, ia harus kembali bangun pagi sehingga waktu tidurnya berpotensi berkurang.

“Rasanya seperti berpindah zona waktu setiap minggunya,” ujar Melynda Casement, psikolog tidur dan direktur Laboratorium Tidur Universitas Oregon, dikutip (16/9/26).

Meski begitu, tidur tambahan atau catch-up sleep tidak selalu berdampak buruk bagi tubuh.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: catch-up sleepcobisnis.comjam biologisKesehatan Tidurkurang tidurpola tidurritme sirkadiantidur akhir pekan

Related Posts

Fantastis! KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Suap HGB

Fantastis! KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Suap HGB

by Hidayat Taufik
September 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai Rp106,3 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan...

Tragis, Sopir Travel Asal Toraja Jadi Korban Penembakan KKB di Nduga

Tragis, Sopir Travel Asal Toraja Jadi Korban Penembakan KKB di Nduga

by Hidayat Taufik
September 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Aris Sanda, seorang sopir travel asal Toraja, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan tewas dalam aksi kekerasan yang...

Houthi Bantah Serang Mekkah, Sebut Klaim Saudi Bohong

Jay Idzes Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup

by Desti Dwi Natasya
September 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes mengalami cedera otot quadriceps kaki kiri saat membela Sassuolo melawan Juventus dan...

Gaji PNS Dipindah ke Bank Negara, Ini Kekhawatiran untuk BPD

Gaji PNS Dipindah ke Bank Negara, Ini Kekhawatiran untuk BPD

by Hidayat Taufik
September 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wacana pemindahan rekening payroll Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),...

Peris.ai Raih IN-Apps Digital Award 2026

Peris.ai Raih IN-Apps Digital Award 2026

by Rizki Meirino
September 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Peris.ai meraih IN-Apps Digital Award 2026 kategori Platform Teknologi Keamanan Siber dalam rangkaian Indonesia Apps Summit (IN-Apps)...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
OTT KPK di Bogor Berujung 8 Tersangka, Bos Summarecon Ikut Terseret

KPK Naikkan Kasus OTT Suap HGB Bogor ke Penyidikan

September 15, 2026
Siap Siap Ambil Cuti, Ini 6 Long Weekend yang Ada di 2027

Siap Siap Ambil Cuti, Ini 6 Long Weekend yang Ada di 2027

September 15, 2026
Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji P3K

Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji P3K

September 15, 2026
Polisi Tangkap Wanita di Cilegon, Sita 3 Jenis Narkoba

Polisi Tangkap Wanita di Cilegon, Sita 3 Jenis Narkoba

September 15, 2026
Kurang Tidur di Hari Kerja Dibayar Saat Weekend, Apa Risikonya?

Kurang Tidur di Hari Kerja Dibayar Saat Weekend, Apa Risikonya?

September 16, 2026
Makanan Diet - pexels/Зоряна Русин

Benarkah Diet Tinggi Protein Sering Bikin Haus? Ini Penjelasan dari Ahli

September 16, 2026
Fantastis! KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Suap HGB

Fantastis! KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Suap HGB

September 16, 2026
Kemenpar Kecam Tindakan Turis China Buru dan Konsumsi Penyu di Raja Ampat

Kemenpar Kecam Tindakan Turis China Buru dan Konsumsi Penyu di Raja Ampat

September 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved