JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah individu dengan kekayaan tinggi di Korea Selatan terus bertambah meski dunia masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Kondisi ini menunjukkan ketahanan ekonomi Negeri Ginseng di tengah gejolak global yang dipicu inflasi, konflik geopolitik, dan perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara.
Mengutip World Wealth Report 2026 yang dirilis Capgemini, jumlah High Net Worth Individual (HNWI) atau individu dengan aset investasi minimal US$1 juta di Korea Selatan meningkat 8,3 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. (CNBC Indonesia)
Capgemini menjelaskan kenaikan jumlah orang kaya di Korea Selatan didorong oleh membaiknya kinerja pasar saham domestik, meningkatnya nilai aset, serta perkembangan sektor teknologi yang tetap menjadi motor utama perekonomian negara tersebut.
Industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi digital memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan kekayaan masyarakat. Permintaan global terhadap produk teknologi Korea Selatan juga ikut memperkuat kinerja perusahaan-perusahaan besar di negara itu.
Selain sektor teknologi, stabilitas kebijakan ekonomi dan meningkatnya aktivitas investasi turut menjaga kepercayaan investor. Faktor tersebut membantu Korea Selatan mempertahankan momentum pertumbuhan aset ketika banyak negara masih berjuang menghadapi perlambatan ekonomi.
Meski demikian, laporan tersebut menyoroti bahwa peningkatan kekayaan tidak dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Tingginya biaya hidup, harga properti, serta tantangan demografi masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Korea Selatan.
Ke depan, para analis memperkirakan investasi di bidang AI, semikonduktor, dan transformasi digital akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Korea Selatan. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.












