JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik kini semakin terbuka. Sejumlah senator Republik mulai menolak beberapa agenda kontroversial Trump menjelang pemilu paruh waktu 2026.
Salah satu pemicunya ialah rencana dana “anti-weaponization” senilai 1,776 miliar dolar AS. Program itu diklaim bertujuan membantu pihak yang merasa menjadi korban investigasi politik.
Namun, kritik muncul karena dana tersebut berpotensi memberi kompensasi kepada pelaku kerusuhan 6 Januari 2021. Beberapa senator Republik bahkan menyebut proposal itu “bodoh” dan “tidak bermoral.”
Karena itu, pembahasan RUU imigrasi Trump kini tertahan di Senat. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune juga mengakui adanya keretakan hubungan dengan Gedung Putih.
Selain dana kontroversial itu, Trump kembali memicu ketegangan melalui dukungannya kepada Ken Paxton di pemilihan pendahuluan Texas. Trump mendukung Paxton untuk menantang senator petahana John Cornyn.
Padahal, sebagian Republikan khawatir Paxton bisa membahayakan peluang partai mempertahankan kursi Senat. Di sisi lain, Trump juga terus mendorong proyek ballroom Gedung Putih bernilai ratusan juta dolar.













