JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntaskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 2026 tanpa memicu konflik besar dengan para pemimpin dunia.
Hal itu menjadi perhatian karena beberapa pertemuan G7 sebelumnya sering diwarnai ketegangan yang melibatkan Trump. Meski sempat mengeluhkan suhu ruangan dan melontarkan candaan kontroversial, Trump tetap mengikuti seluruh agenda hingga selesai.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron berhasil menjaga kehadiran Trump sepanjang acara. Tahun lalu, Trump meninggalkan KTT G7 di Kanada lebih awal. Namun kali ini, ia bertahan hingga agenda penutupan.
Selain itu, Trump juga mendukung pernyataan bersama para pemimpin G7 terkait perang Rusia dan Ukraina. Pernyataan tersebut menegaskan dukungan penuh kepada Ukraina. Sikap itu dinilai berbeda dibanding beberapa pertemuan sebelumnya.
Trump menyebut KTT kali ini sebagai pengalaman yang sangat istimewa. Banyak pengamat menilai keberhasilan awal kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor penting.
Kesepakatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pemimpin G7. Meski begitu, mereka masih menunggu rincian implementasinya. Di sisi lain, Macron menyiapkan jamuan makan malam di Istana Versailles untuk para pemimpin dunia.
Agenda itu menjadi bagian dari upaya Prancis menjaga suasana diplomatik selama KTT berlangsung. Trump terlihat menikmati kunjungannya ke Versailles. Ia bahkan memuji kemegahan bangunan bersejarah tersebut.
Selama dua hari pertemuan, Trump menjalani sejumlah agenda padat dengan para pemimpin dunia. Namun, laporan media menyebut presiden berusia 80 tahun itu tampak kelelahan menjelang akhir acara.
Di balik layar, Trump juga aktif mempertahankan kesepakatan Iran saat berdiskusi dengan para pemimpin G7. Ia menilai kesepakatan tersebut membawa keuntungan bagi Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya.












