JAKARTA, Cobisnis.com – Kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan kondisi organ secara keseluruhan, tetapi juga proses yang berlangsung di dalam setiap sel tubuh. Penyakit kardiovaskular masih menjadi tantangan kesehatan di Asia, dengan beban penyakit yang turut dipengaruhi pertambahan populasi lanjut usia dan perubahan gaya hidup.
Kerangka American Heart Association mengidentifikasi delapan pilar kesehatan kardiovaskular, termasuk pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, menghindari nikotin, tidur berkualitas, menjaga berat badan, serta mempertahankan kadar glukosa, kolesterol, dan tekanan darah dalam rentang yang aman. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah juga mengalami proses penuaan yang dikenal sebagai vascular ageing.
Pada tingkat seluler, mitokondria menjadi salah satu faktor yang berperan dalam proses tersebut karena struktur kecil di dalam sel ini berfungsi mengubah makanan menjadi energi. Menurut Dr. Vipada Sae-Lao dari Herbalife, jantung membutuhkan energi dalam jumlah besar agar dapat berkontraksi, berelaksasi, dan merespons kebutuhan fisik tubuh dengan optimal.
Salah satu nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan sel adalah Alpha Lipoic Acid (ALA). Senyawa ini bekerja di dalam mitokondria untuk membantu melindungi DNA dari kerusakan dan memiliki kemampuan bekerja di lingkungan tubuh berbasis air maupun lemak, serta membantu mendaur ulang vitamin C dan E.
ALA dapat ditemukan dalam bayam, brokoli, tomat, kubis Brussel, hati, dan ginjal. Namun, penyerapan ALA dari makanan kemungkinan tidak menghasilkan jumlah yang signifikan dalam aliran darah sehingga penggunaan suplemen menjadi salah satu pilihan yang dapat didiskusikan bersama tenaga kesehatan.
Nutrisi lain yang berkaitan dengan fungsi kardiovaskular adalah nitric oxide (NO), yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar sehingga mendukung aliran darah. Produksi NO dapat didukung melalui aktivitas fisik dan konsumsi makanan seperti bayam, bit, kubis Brussel, buah sitrus, delima, ikan, serta kacang-kacangan.
Creatine juga berperan sebagai cadangan energi pada otot jantung untuk membantu menjaga ketersediaan adenosine triphosphate (ATP) yang dibutuhkan setiap sel jantung. Sejumlah penelitian menunjukkan kreatin dapat mendukung kerja mitokondria dan berpotensi membantu mengurangi kerusakan sel, sementara sumber alaminya antara lain daging merah dan ikan.
Coenzyme Q10 (CoQ10) memiliki konsentrasi tinggi di jantung dan berperan dalam proses produksi energi yang dibutuhkan organ tersebut. Senyawa yang diproduksi secara alami oleh tubuh ini juga memiliki fungsi antioksidan dan mendukung pembuluh darah, meski kadarnya dapat menurun seiring bertambahnya usia.
Dr. Sae-Lao menekankan bahwa pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur berkualitas, dan pemeriksaan kesehatan berkala tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. ALA, NO, kreatin, dan CoQ10 dapat memberikan dukungan tambahan bagi sistem energi jantung, sedangkan kebutuhan suplementasi sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.












