JAKARTA, Cobisnis.com — Merasa haus setelah bangun tidur merupakan kondisi yang kerap dialami banyak orang. Hal ini umumnya terjadi karena tubuh tidak memperoleh asupan cairan selama berjam-jam saat tidur.
Namun, rasa haus yang terus muncul meski sudah cukup minum sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan keseimbangan cairan tubuh, termasuk perubahan kadar gula darah.
Ahli gizi Rachael Ajmera, M.S., RD, menjelaskan bahwa kekurangan cairan dapat membuat konsentrasi glukosa dalam darah meningkat. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, jumlah air dalam aliran darah berkurang sehingga gula darah menjadi lebih terkonsentrasi.
“Ketika Anda mengalami dehidrasi, jumlah air dalam aliran darah berkurang sehingga glukosa atau gula bisa menjadi lebih terkonsentrasi,” jelas Ajmera, disadur dari EatingWell, dikutip dari berbagai sumber, (13/10/2026).
Selama tidur, tubuh tidak mendapatkan tambahan cairan selama beberapa jam. Akibatnya, dehidrasi ringan dapat terjadi ketika seseorang terbangun pada pagi hari.
Pada penderita diabetes, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dehidrasi dapat memengaruhi kadar gula darah. Meski begitu, rasa haus saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gula darah tinggi.
Minum air putih setelah bangun tidur dapat membantu mengembalikan kecukupan cairan. Namun, langkah ini tidak bisa menggantikan penanganan medis apabila kadar gula darah berada di atas batas normal.
Ahli gizi Amanda Roll, M.S., RDN, turut menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan untuk membantu tubuh menjaga keseimbangan gula darah.
“Menjaga kecukupan cairan membantu tubuh mengatur kadar gula darah,” kata Roll.
Ginjal Berperan dalam Memicu Rasa Haus
Selain dehidrasi, fungsi ginjal juga berkaitan dengan munculnya rasa haus akibat kadar gula darah yang tinggi. Organ ini bertugas menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa melalui urine.
Ketika gula darah meningkat terlalu tinggi, ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses tersebut membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
“Ketika kadar gula darah Anda tinggi, ginjal membuang kelebihan glukosa melalui urine,” ujar Ajmera.
Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil. Jika cairan yang hilang tidak digantikan secara memadai, tubuh berisiko mengalami dehidrasi dan memicu rasa haus berlebihan, termasuk ketika bangun tidur.
Karena itu, rasa haus yang berlangsung terus-menerus, terutama jika disertai sering buang air kecil, sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.













