• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
October 13, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Putrama Wahju Setyawan di Grha BNI, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas evaluasi dan percepatan program pembiayaan perumahan, khususnya Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Dalam penyaluran KPP, BNI mencatat realisasi sebesar Rp2,42 triliun atau sekitar 89,6 persen dari target Rp2,7 triliun.

Target tersebut meningkat dari target awal sebesar Rp1,5 triliun setelah BNI mengajukan penambahan plafon penyaluran.

Hingga saat ini, pembiayaan telah menjangkau 3.144 debitur, dengan penyaluran sebesar Rp1,02 triliun pada sisi permintaan (demand) dan Rp1,404 triliun pada sisi pasokan (supply).

Secara nasional, pemerintah telah meningkatkan plafon KPP menjadi Rp50 triliun. Hingga periode pelaporan dalam evaluasi tersebut, realisasi KPP telah mencapai Rp27,2 triliun.

BNI mencatat pencapaian sebesar 92,99 persen dari target penyalurannya dan berkontribusi sekitar 9,22 persen terhadap total realisasi KPP nasional. BNI juga menjadi salah satu bank dengan kontribusi besar dalam penyaluran KPP bagi pengembang perumahan.

Sementara itu, penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP oleh BNI telah mencapai 13.476 unit atau 80,2 persen dari kuota tahun 2026 sebanyak 16.800 unit.

Berdasarkan data penyaluran yang disampaikan dalam pertemuan, penerima KPR FLPP BNI didominasi pekerja swasta dan buruh dengan porsi 54 persen, disusul kelompok wiraswasta, petani, dan nelayan sebesar 14 persen.

Untuk memenuhi kuota FLPP hingga Desember 2026, BNI menyiapkan sejumlah strategi percepatan.

Upaya tersebut mencakup optimalisasi basis data nasabah segmen komersial beserta jejaring rantai pasoknya (value chain), optimalisasi rumah siap huni (ready stock) dari mitra pengembang, serta peningkatan intensitas kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Komisioner BP Tapera menyampaikan apresiasi atas kontribusi BNI dalam penyaluran FLPP.

Pada 2025, BNI menjadi bank penyalur FLPP terbesar keempat. Pada 2026, BNI kembali berada di peringkat keempat dengan realisasi sebanyak 13.476 unit berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan.

Penyaluran tersebut saat ini masih didominasi rumah tapak, sehingga pengembangan pembiayaan untuk rumah susun subsidi juga diharapkan dapat menjadi peluang perluasan akses hunian bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan perbankan, termasuk BNI, dalam menjalankan program pembiayaan perumahan.

Evaluasi bersama diperlukan untuk melihat perkembangan penyaluran, mengidentifikasi potensi yang masih dapat dioptimalkan, serta memperkuat langkah percepatan agar target program dapat tercapai.

“Terima kasih kepada BNI dan seluruh perbankan yang terus mendukung program perumahan. Kita perlu terus melakukan evaluasi, melihat potensi yang ada, dan mendorong percepatan agar target penyaluran dapat tercapai serta semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses pembiayaan perumahan,” ujar Maruarar. Dalam keterangan Pers Kepada Cobisnis.com, Selasa (13/10/2026).

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri PKP dan menegaskan komitmen BNI untuk menjalankan program perumahan sesuai target yang telah ditetapkan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penyaluran KPP dan FLPP serta penguatan kerja sama dengan para pemangku kepentingan di sektor perumahan.

“BNI berkomitmen mendukung program perumahan pemerintah dan memenuhi target penyaluran yang telah ditetapkan.” ujarnya

Melalui evaluasi dan koordinasi bersama perbankan, Kementerian PKP terus mendorong optimalisasi KPP dan FLPP sebagai instrumen pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Sinergi dengan perbankan dan seluruh ekosistem perumahan diharapkan dapat mempercepat penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung pencapaian target program perumahan tahun 2026.

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Putrama Wahju Setyawan di Grha BNI, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas evaluasi dan percepatan program pembiayaan perumahan, khususnya Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Dalam penyaluran KPP, BNI mencatat realisasi sebesar Rp2,42 triliun atau sekitar 89,6 persen dari target Rp2,7 triliun. Target tersebut meningkat dari target awal sebesar Rp1,5 triliun setelah BNI mengajukan penambahan plafon penyaluran.

Hingga saat ini, pembiayaan telah menjangkau 3.144 debitur, dengan penyaluran sebesar Rp1,02 triliun pada sisi permintaan (demand) dan Rp1,404 triliun pada sisi pasokan (supply).

Secara nasional, pemerintah telah meningkatkan plafon KPP menjadi Rp50 triliun. Hingga periode pelaporan dalam evaluasi tersebut, realisasi KPP telah mencapai Rp27,2 triliun.

BNI mencatat pencapaian sebesar 92,99 persen dari target penyalurannya dan berkontribusi sekitar 9,22 persen terhadap total realisasi KPP nasional. BNI juga menjadi salah satu bank dengan kontribusi besar dalam penyaluran KPP bagi pengembang perumahan.

Sementara itu, penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP oleh BNI telah mencapai 13.476 unit atau 80,2 persen dari kuota tahun 2026 sebanyak 16.800 unit.

Berdasarkan data penyaluran yang disampaikan dalam pertemuan, penerima KPR FLPP BNI didominasi pekerja swasta dan buruh dengan porsi 54 persen, disusul kelompok wiraswasta, petani, dan nelayan sebesar 14 persen.

Untuk memenuhi kuota FLPP hingga Desember 2026, BNI menyiapkan sejumlah strategi percepatan. Upaya tersebut mencakup optimalisasi basis data nasabah segmen komersial beserta jejaring rantai pasoknya (value chain), optimalisasi rumah siap huni (ready stock) dari mitra pengembang, serta peningkatan intensitas kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Komisioner BP Tapera menyampaikan apresiasi atas kontribusi BNI dalam penyaluran FLPP. Pada 2025, BNI menjadi bank penyalur FLPP terbesar keempat. Pada 2026, BNI kembali berada di peringkat keempat dengan realisasi sebanyak 13.476 unit berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan.

Penyaluran tersebut saat ini masih didominasi rumah tapak, sehingga pengembangan pembiayaan untuk rumah susun subsidi juga diharapkan dapat menjadi peluang perluasan akses hunian bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan perbankan, termasuk BNI, dalam menjalankan program pembiayaan perumahan.

Evaluasi bersama diperlukan untuk melihat perkembangan penyaluran, mengidentifikasi potensi yang masih dapat dioptimalkan, serta memperkuat langkah percepatan agar target program dapat tercapai.

“Terima kasih kepada BNI dan seluruh perbankan yang terus mendukung program perumahan.

Kita perlu terus melakukan evaluasi, melihat potensi yang ada, dan mendorong percepatan agar target penyaluran dapat tercapai serta semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses pembiayaan perumahan,” ujar Maruarar.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri PKP dan menegaskan komitmen BNI untuk menjalankan program perumahan sesuai target yang telah ditetapkan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penyaluran KPP dan FLPP serta penguatan kerja sama dengan para pemangku kepentingan di sektor perumahan.

“BNI berkomitmen mendukung program perumahan pemerintah dan memenuhi target penyaluran yang telah ditetapkan.” ujarnya

Melalui evaluasi dan koordinasi bersama perbankan, Kementerian PKP terus mendorong optimalisasi KPP dan FLPP sebagai instrumen pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Sinergi dengan perbankan dan seluruh ekosistem perumahan diharapkan dapat mempercepat penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung pencapaian target program perumahan tahun 2026.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: bnicobisnis.comMaruarar SiraitProgram PerumahanPutrama Wahju SetyawanRumah subsidi

Related Posts

Pejabat BNPB Dikabarkan Kena OTT KPK, Kasusnya Apa?

Pejabat BNPB Dikabarkan Kena OTT KPK, Kasusnya Apa?

by Hidayat Taufik
October 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana...

IRESS meminta pemerintah memprioritaskan batu bara kalori menengah dan tinggi untuk PLN sebelum diekspor demi menjaga pasokan listrik nasional.

IRESS Minta Batu Bara Berkualitas Diprioritaskan untuk PLN

by Rizki Meirino
October 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia Resources Studies (IRESS) meminta pemerintah memprioritaskan pasokan batu bara kalori menengah dan tinggi untuk pembangkit listrik...

Standard Chartered Indonesia menggelar Treasury Leadership Forum 2026 untuk membahas pembayaran digital, AI, dan peluang Indonesia di tengah perubahan rantai pasok global.

Standard Chartered Bahas Masa Depan Pembayaran Digital

by Dwi Natasya
October 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Standard Chartered Indonesia menggelar Indonesia Treasury Leadership Forum 2026 di Jakarta pada Selasa (13/10/2026) untuk membahas masa...

TransJakarta Bakal Pakai Bus Listrik, Hidrogen, dan Hybrid pada 2029

TransJakarta Bakal Pakai Bus Listrik, Hidrogen, dan Hybrid pada 2029

by Hidayat Taufik
October 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan dana Rp 5,07 triliun untuk mempercepat penggunaan bus berbasis energi ramah lingkungan...

Menlu Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahaya lingkungan akibat serangan AS-Israel terhadap fasilitas energi, termasuk risiko pencemaran udara, tanah, dan air.

Serangan AS-Israel ke Iran Picu Ancaman Lingkungan Serius

by Desti Dwi Natasya
October 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan dampak lingkungan serius akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.

SYAFIF Aceh Hadirkan Edukasi Keuangan dan 39 UMKM

October 13, 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Ditargetkan Beralih Status pada Awal 2027

Guru PPPK Paruh Waktu Ditargetkan Beralih Status pada Awal 2027

October 13, 2026
Asuransi Jasindo memperkuat perlindungan aset negara melalui pendekatan manajemen risiko. Pada 2026, sebanyak 20.838 objek BMN terlindungi dengan nilai Rp29,19 triliun.

Jasindo Perkuat Perlindungan Aset Negara Rp29,19 Triliun

October 13, 2026
Rocky Gerung Jadi Penasihat Presiden, Apakah Sikap Kritisnya Akan Berubah?

Rocky Gerung Jadi Penasihat Presiden, Apakah Sikap Kritisnya Akan Berubah?

October 13, 2026
Pejabat BNPB Dikabarkan Kena OTT KPK, Kasusnya Apa?

Pejabat BNPB Dikabarkan Kena OTT KPK, Kasusnya Apa?

October 13, 2026
Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

Kementerian PKP dan BNI Dorong Percepatan Penyaluran KPP dan FLPP

October 13, 2026
Balé by BTN Tembus 5 Juta Pengguna, Perkuat Transformasi Digital BTN

Balé by BTN Tembus 5 Juta Pengguna, Perkuat Transformasi Digital BTN

October 13, 2026
Pemprov DKI Jakarta memperkuat kolaborasi BUMD, BUMN, dan perangkat daerah melalui 15 kesepakatan strategis untuk mengejar target kota global pada 2030.

Jakarta Perkuat Sinergi BUMD-BUMN Menuju Kota Global

October 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved