JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia menjadwalkan penyaluran bantuan sosial mulai 10 April 2026. Percepatan ini dilakukan agar bantuan tunai tahap kedua dapat diterima tepat waktu oleh masyarakat.
Penyaluran bansos kali ini menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Program yang dicairkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Kebijakan ini juga bertepatan dengan periode penyaluran triwulan kedua tahun anggaran 2026. Pemerintah memastikan distribusi berjalan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan percepatan ini didukung pembaruan data terbaru. Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional kini diperbarui lebih awal oleh Badan Pusat Statistik.
Sebelumnya, pembaruan data dilakukan setiap tanggal 20 tiap bulan. Namun kini dimajukan menjadi tanggal 10 agar penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran.
Untuk program PKH, besaran bantuan disesuaikan dengan kategori penerima. Ibu hamil dan anak usia dini menerima Rp750.000 per tahap penyaluran.
Selain itu, lansia dan penyandang disabilitas berat masing-masing menerima Rp600.000 per tahap. Sementara kategori pelajar mendapatkan bantuan sesuai jenjang pendidikan.
Di sisi lain, Program Sembako atau BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan. Bantuan ini biasanya disalurkan sekaligus untuk tiga bulan melalui Kartu Keluarga Sejahtera.
Dengan demikian, total bantuan BPNT yang diterima mencapai Rp600.000 per tahap. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Masyarakat juga dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri. Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos di ponsel.













