JAKARTA, Cobisnis.com – Jakarta Futures Exchange (JFX) mencatat peningkatan aktivitas perdagangan sejumlah komoditas strategis sepanjang Juni 2026. Di tengah sentimen pasar global, transaksi Olein menembus lebih dari Rp7,3 triliun, sementara perdagangan Timah Ekspor mencapai Rp2,6 triliun.
Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, mengatakan dinamika pasar global justru membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan pergerakan harga melalui mekanisme bursa. Menurutnya, volatilitas yang terjadi mendorong pelaku pasar semakin aktif melakukan transaksi sekaligus mengelola risiko.
Perdagangan Timah Ekspor menunjukkan peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni 2026. Volume transaksi naik dari 300 ton pada periode 7–13 Juni menjadi 795 ton pada pekan berikutnya, kemudian kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21–27 Juni.
Sejalan dengan kenaikan volume, nilai transaksi timah juga meningkat dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, sebelum mencapai Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni. “Dari sisi domestik, peningkatan transaksi didorong oleh keluarnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari beberapa smelter dengan volume yang cukup besar,” ujar Yazid.
Ia menambahkan, pasar timah global masih dipengaruhi oleh gangguan produksi di Myanmar serta meningkatnya permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia juga mulai menjadi perhatian pelaku pasar.
Sementara itu, produk Olein mencatat tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang Juni. Volume transaksi meningkat dari sekitar 6,2 ribu lot pada awal bulan menjadi 27 ribu lot pada pekan terakhir, dengan nilai transaksi bertumbuh dari Rp1,3 triliun hingga Rp2,8 triliun.
Menurut Yazid, peningkatan transaksi Olein dipengaruhi oleh gejolak harga di pasar energi global setelah meredanya konflik Amerika Serikat dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran di Selat Hormuz. “Ketika volatilitas meningkat, kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko juga ikut meningkat. Bursa memberikan mekanisme perdagangan yang transparan sehingga pelaku pasar memiliki fleksibilitas untuk merespons perubahan harga,” katanya.
Selain Olein dan Timah, JFX juga mencatat dinamika pada produk Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) serta Emas Digital sepanjang Juni 2026. Menurut JFX, pergerakan tersebut menunjukkan setiap produk memiliki karakteristik berbeda dalam merespons sentimen pasar sekaligus menjadi alternatif instrumen bagi pelaku usaha dan investor dalam mengelola risiko.













