JAKARTA, Cobisnis.com — Otoritas Israel membebaskan seluruh delegasi misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition. Selain itu, sembilan warga negara Indonesia juga ikut dibebaskan.
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, memastikan seluruh peserta sudah keluar dari tahanan. Sementara itu, pihak berwenang masih menjalankan proses deportasi sebelum mereka kembali ke negara asal.
Delegasi Indonesia mengikuti pelayaran kemanusiaan bersama beberapa lembaga sosial dan media. Di antaranya ada Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, SMART 171, serta jurnalis dari Republika, INews, dan Tempo.
Misi tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Selain itu, peserta juga ingin meningkatkan perhatian dunia terhadap situasi konflik yang terus berlangsung.
Sebelumnya, pasukan Israel menghentikan rombongan kapal di perairan internasional. Setelah itu, aparat menahan sejumlah aktivis, relawan kemanusiaan, dan jurnalis dari berbagai negara.
Organisasi bantuan hukum internasional Adalah menyebut beberapa peserta sempat berada di Penjara Ktziot, Gurun Negev. Meski begitu, otoritas Israel kemudian membebaskan seluruh delegasi asing.
Beberapa media internasional melaporkan para peserta keluar melalui bandara di sekitar Eilat. Karena itu, proses pemulangan delegasi kini berlangsung secara bertahap.
Penahanan tersebut memicu kritik dari kelompok hak asasi manusia. Di sisi lain, video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa aktivis berada dalam kondisi diborgol.
Freedom Flotilla Coalition dan Global Sumud Flotilla menyebut pelayaran itu sebagai aksi damai. Selain membawa bantuan, mereka juga ingin menunjukkan solidaritas bagi warga Palestina yang terdampak perang.













