JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Intelijen Korea Selatan atau National Intelligence Service (NIS) mengungkap penilaian terbaru mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Menurut penilaian yang disampaikan kepada parlemen Korea Selatan, berat badan Kim Jong Un diperkirakan telah mencapai lebih dari 140 kilogram dan dikategorikan sebagai obesitas ekstrem.
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (1/10/2026), anggota parlemen Korea Selatan Youn Kun-young mengatakan, “Kondisi fisiknya diklasifikasikan sebagai obesitas ekstrem (parah), dengan berat badan diperkirakan melebihi 140 kilogram,” ujar Youn, dikutip dari The Japan Times.
Penilaian tersebut juga menyebut Kim memiliki risiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular, meski tidak ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan yang terlihat saat ini.
Youn mengatakan Kim masih mampu melakukan aktivitas fisik tanpa kesulitan, termasuk berjalan cepat dan menaiki tangga.
“Dinilai belum ada tanda-tanda masalah kesehatan fatal saat ini, mengingat adanya pengawasan medis super ketat secara terus-menerus dari tim dokter pribadinya,” tambah Youn.
NIS sebelumnya juga menyampaikan bahwa Kim merupakan perokok berat, sementara kondisi berat badannya telah lama menjadi perhatian.
Penilaian mengenai risiko kardiovaskular tersebut merupakan perkiraan intelijen Korea Selatan, bukan diagnosis medis yang disampaikan langsung oleh dokter Kim Jong Un.
Riwayat keluarga Kim juga menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi kesehatannya.
Ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung, diketahui juga merupakan perokok berat dan mengalami obesitas, serta keduanya meninggal setelah mengalami serangan jantung.
Sementara itu, Paul Smart, mantan executive chef Hotel Metropole Hanoi yang pernah bekerja dengan koki pribadi Kim saat KTT 2019, sebelumnya mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara tersebut menyukai makanan mewah seperti kaviar, lobster, dan foie gras.
Meski mendapat perhatian terkait berat badan dan risiko kardiovaskular, laporan terbaru NIS menyebut belum terdapat tanda masalah kesehatan yang menghambat aktivitas Kim Jong Un saat ini.













