JAKARTA, Cobisnis.com – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menegaskan pentingnya kepastian dan keselarasan kebijakan kendaraan listrik guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis energi.
Ketua Umum AISMOLI, Budi Setiyadi, menyatakan bahwa industri kendaraan listrik saat ini telah siap dari sisi investasi maupun pasar. Namun, keberlanjutan pertumbuhan sangat bergantung pada regulasi yang konsisten dan terkoordinasi.
Menurutnya, munculnya berbagai kebijakan yang berjalan bersamaan berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen, pelaku usaha, hingga investor. Kondisi ini dinilai dapat menghambat percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Dalam tiga tahun terakhir, sektor kendaraan listrik mencatat investasi sebesar USD 2,73 miliar. Pertumbuhan pangsa pasar juga meningkat signifikan dari 1,09 persen pada 2022 menjadi 12,93 persen pada 2025.
AISMOLI menilai capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan insentif yang konsisten. Oleh karena itu, kesinambungan regulasi dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri.
Di sisi lain, beban subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak masih menjadi tantangan besar bagi fiskal negara. Elektrifikasi kendaraan dinilai dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Selain aspek ekonomi, percepatan adopsi kendaraan listrik juga berdampak pada peningkatan kualitas udara dan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan dengan tingkat polusi tinggi.
AISMOLI mendorong penyelarasan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk penyesuaian kebijakan agar sejalan dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi seluruh ekosistem industri.
Selain itu, AISMOLI juga mengusulkan pembentukan forum koordinasi lintas kementerian guna memastikan setiap kebijakan yang diterbitkan memiliki arah yang selaras.
Pelibatan aktif pelaku industri dalam proses perumusan kebijakan juga dinilai krusial agar kebijakan yang dihasilkan lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.
AISMOLI menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong percepatan kendaraan listrik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi pemain utama dalam industri EV di Asia Tenggara.












