• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, February 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Industri AI China Tampak Tak Terbendung, Tapi Mampukah Salip Amerika?

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in Teknologi
0
Industri AI China Tampak Tak Terbendung, Tapi Mampukah Salip Amerika?

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri kecerdasan buatan (AI) China terlihat melaju kencang dalam persaingan global melawan Amerika Serikat. Namun di balik lonjakan model open-source, pendanaan besar, dan ekspansi aplikasi industri, sejumlah pakar dalam negeri justru menilai peluang China menyalip AS dalam tiga hingga lima tahun ke depan masih kecil.

Dalam pertemuan penting para pemain AI terbesar China di Beijing pada Januari lalu, Justin Lin, pimpinan teknis model AI Qwen milik Alibaba, menyebut peluang perusahaan China melampaui pemimpin AI AS berada di bawah 20 persen. “Dan 20 persen itu sudah sangat optimistis,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kontras dengan euforia sepanjang tahun terakhir, terutama setelah startup DeepSeek mengejutkan dunia dengan model AI berperforma tinggi yang diklaim dibangun dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan model Amerika. Model-model AI China bahkan sempat memimpin unduhan global untuk kategori open-source.

Namun, sejumlah pengembang memperingatkan adanya kesenjangan performa yang justru melebar. Tang Jie, pendiri startup AI Z.ai (Zhipu), mengatakan jarak antara model China dan AS “mungkin semakin besar,” terutama pada pengembangan model frontier paling mutakhir.

Strategi open-source sebagai senjata utama

Berbeda dengan perusahaan AS yang cenderung mengembangkan model tertutup seperti GPT (OpenAI), Gemini (Google), dan Claude (Anthropic), banyak perusahaan China mengadopsi strategi open-source atau model terbuka.

Strategi ini dinilai mampu menekan biaya, mempercepat adopsi, dan memperluas ekosistem pengembang. Alibaba misalnya telah merilis lebih dari 400 model Qwen terbuka dengan total lebih dari satu miliar unduhan. Model Qwen bahkan sempat melampaui Llama milik Meta dalam jumlah unduhan di platform Hugging Face.

Lonjakan model terbuka China juga mendorong pangsa penggunaan globalnya melonjak drastis. Namun demikian, model tertutup AS masih mendominasi sekitar 70 persen total unduhan dan tetap unggul dalam berbagai tolok ukur performa.

Selain faktor strategi, keterbatasan akses terhadap chip canggih akibat pembatasan ekspor AS menjadi hambatan utama. Perusahaan China tidak bisa memperoleh chip terbaru Nvidia seperti seri Blackwell dan Rubin. Meski AS mengizinkan ekspor chip H200 yang lebih lama, impor tersebut tetap memerlukan persetujuan Beijing.

Keterbatasan modal juga menjadi tantangan. Berbeda dengan startup AS yang bisa menggalang pendanaan ventura dalam beberapa putaran besar, perusahaan AI China memiliki basis investor yang lebih sempit dan tekanan untuk segera menunjukkan profitabilitas. Hal ini mendorong sejumlah startup seperti Z.ai dan MiniMax melantai di bursa Hong Kong lebih cepat dari pesaing AS.

Fokus pada aplikasi industri

Meski demikian, China menunjukkan keunggulan dalam penerapan AI di sektor riil. Teknologi AI kini terintegrasi luas di bidang manufaktur, e-commerce, robotika, dan logistik. Pemerintah China juga mendorong industrialisasi AI sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan sektor manufaktur.

Dalam pidato Tahun Baru, Presiden Xi Jinping memuji model AI domestik yang “berlomba di garis depan” serta terobosan chip buatan dalam negeri sebagai bagian dari dorongan swasembada teknologi.

Sejumlah analis menilai China mungkin belum memimpin dalam model paling canggih, tetapi unggul dalam kecepatan implementasi dan skala adopsi. Mantan peneliti OpenAI yang kini menjabat kepala ilmuwan AI Tencent, Yao Shunyu, mengatakan China memiliki rekam jejak cepat mengejar ketertinggalan teknologi Barat, bahkan dalam beberapa sektor seperti kendaraan listrik dan manufaktur.

Namun, ia menilai tantangan terbesar China bukan sekadar teknologi, melainkan budaya inovasi. “Bisakah kita memimpin penciptaan paradigma baru? Ini mungkin masalah kunci yang masih harus diselesaikan China,” ujarnya.

Dengan strategi open-source yang agresif, dukungan negara, serta percepatan adopsi industri, China terus mempersempit jarak. Tetapi selama kendala chip, modal, dan inovasi mendasar belum teratasi, dominasi Amerika Serikat dalam AI global masih sulit digoyahkan dalam waktu dekat.

Tags: AIAmerika SerikatChinacobisnis.com

Related Posts

Jawab Kebutuhan Finansial Global, Prudential Syariah Rilis Produk Proteksi Berdenominasi Dolar AS

Jawab Kebutuhan Finansial Global, Prudential Syariah Rilis Produk Proteksi Berdenominasi Dolar AS

by Dwi Natasya
February 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) resmi memperkenalkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, produk asuransi jiwa...

Inter vs Juventus !  Derby d’Italia Panas, Adu Tajam Dua Mesin Gol Serie A

Inter vs Juventus ! Derby d’Italia Panas, Adu Tajam Dua Mesin Gol Serie A

by Hidayat Taufik
February 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Derby d’Italia kembali tersaji akhir pekan ini saat Inter Milan menjamu Juventus dalam lanjutan Liga Italia. Pertandingan...

Putra Riza Chalid Terancam 18 Tahun Bui, Jaksa Ungkap Skandal Minyak Raksasa

Putra Riza Chalid Terancam 18 Tahun Bui, Jaksa Ungkap Skandal Minyak Raksasa

by Hidayat Taufik
February 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Muhammad Kerry Adrianto Riza, beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa sekaligus putra pengusaha Riza Chalid, dituntut hukuman 18...

Mantan Kapolres Bima Kota Ditangkap Usai Polisi Temukan Koper Putih Berisi Narkoba

Mantan Kapolres Bima Kota Ditangkap Usai Polisi Temukan Koper Putih Berisi Narkoba

by Hidayat Taufik
February 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Aparat kepolisian menetapkan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai tersangka dalam kasus peredaran narkoba...

BSI Gandeng PNM, 300 Ribu Pelaku Ultramikro di Aceh Disiapkan Jadi Nasabah Baru

BSI Gandeng PNM, 300 Ribu Pelaku Ultramikro di Aceh Disiapkan Jadi Nasabah Baru

by Dwi Natasya
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas basis nasabah setelah mencatatkan penambahan sekitar 2 juta nasabah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

February 12, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Google Terbitkan Obligasi 100 Tahun untuk Danai Ambisi AI

Google Terbitkan Obligasi 100 Tahun untuk Danai Ambisi AI

February 12, 2026
Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

February 13, 2026
No Condom, No Sex! Sutra Ga Main-Main Soal Seks Aman

No Condom, No Sex! Sutra Ga Main-Main Soal Seks Aman

February 14, 2026
Jawab Kebutuhan Finansial Global, Prudential Syariah Rilis Produk Proteksi Berdenominasi Dolar AS

Jawab Kebutuhan Finansial Global, Prudential Syariah Rilis Produk Proteksi Berdenominasi Dolar AS

February 14, 2026
Inter vs Juventus !  Derby d’Italia Panas, Adu Tajam Dua Mesin Gol Serie A

Inter vs Juventus ! Derby d’Italia Panas, Adu Tajam Dua Mesin Gol Serie A

February 14, 2026
Putra Riza Chalid Terancam 18 Tahun Bui, Jaksa Ungkap Skandal Minyak Raksasa

Putra Riza Chalid Terancam 18 Tahun Bui, Jaksa Ungkap Skandal Minyak Raksasa

February 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved