JAKARTA, Cobisnis.com – Harga BBM diesel di sejumlah SPBU swasta kini resmi menembus Rp 30 ribu per liter. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung angkat bicara merespons kenaikan yang ramai diperbincangkan itu.
BP-AKR jadi salah satu yang menaikkan harga paling signifikan. BP Ultimate Diesel CN 51 kini dijual Rp 30.890 per liter, naik Rp 5.430 dari harga sebelumnya.
Vivo mengikuti langkah serupa. Primus Plus CN 51 juga naik Rp 5.430 per liter ke posisi yang sama, Rp 30.890 per liter.
Bahlil menegaskan kenaikan ini hanya berlaku untuk BBM industri atau kendaraan premium. Penyesuaiannya mengikuti harga pasar sesuai Peraturan Menteri ESDM tahun 2022.
Ia juga memastikan BBM bersubsidi tidak ikut naik. Bensin subsidi, solar, dan LPG dipastikan harganya tetap dalam waktu dekat.
Di sisi Pertamina, Dexlite kini dijual Rp 26.000 per liter, naik Rp 2.400 dari sebelumnya Rp 23.600 per liter. Angkanya belum menyentuh level Rp 30 ribu seperti SPBU swasta.
Pertamina Dex juga ikut naik ke Rp 27.900 per liter, naik Rp 4.000 dari harga sebelumnya Rp 23.900 per liter.
Biosolar bersubsidi tetap bertahan di Rp 6.800 per liter. Produk ini satu-satunya diesel yang tidak terdampak gelombang kenaikan awal Mei ini.
Kenaikan di SPBU swasta lebih tajam karena mekanisme harganya sepenuhnya mengikuti pasar global dan nilai tukar rupiah. Berbeda dengan Pertamina yang penetapan harganya masih mempertimbangkan faktor lain.
Pengguna kendaraan premium dan armada industri jadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Sementara masyarakat pengguna solar subsidi untuk saat ini masih terlindungi.













