JAKARTA, Cobisnis.com – Gita Wirjawan menilai kegagalan bukan akhir dari perjalanan seseorang menuju kesuksesan. Sebaliknya, pengalaman jatuh dan melakukan kesalahan dapat menjadi bekal untuk memperbaiki langkah berikutnya.
Pandangan tersebut ia sampaikan dalam wawancara di kanal YouTube Beyond The Shape bertajuk Gita Wirjawan: Bakat atau Disiplin, Ternyata Ada Yang Lebih Penting? | Beyond The Shape Eps.01.
“Saya melihat kesuksesan itu adalah ekor dari kegagalan,” dikutip dari kanal YouTube Beyond The Shape, Minggu (11/10/2026).
Menurut Gita, seseorang yang berhasil tidak mungkin selalu menang dalam setiap proses. Hal yang membedakan adalah kemampuan untuk menggunakan kekalahan sebagai bahan pembelajaran agar peluang keberhasilan berikutnya semakin besar.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam menghadapi kesalahan. Sikap tersebut membantu seseorang menerima ide baru, menguji pola pikir yang dimiliki, serta memperbaiki keputusan ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.
Selain keterbukaan, Gita menilai disiplin menjadi bagian penting dalam membentuk karakter. Ia menceritakan bagaimana ibunya membiasakan dirinya menjalani gaya hidup disiplin sejak kecil, yang menurutnya turut berperan dalam perjalanan hidupnya.
Gita juga menyoroti bahwa kerja keras saja tidak selalu cukup untuk menghasilkan kemajuan. Jika cara yang sama terus dilakukan tanpa memberikan hasil lebih baik, seseorang perlu mengevaluasi strategi dan mencoba pendekatan berbeda.
Dalam wawancara tersebut, ia turut menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan berpikir atau kognisi. Menurutnya, kemampuan tersebut perlu berjalan bersama kepekaan terhadap lingkungan agar seseorang dapat memahami situasi dan mengambil keputusan dengan lebih baik.
Bagi generasi muda, Gita mendorong pentingnya membangun ambisi dan imajinasi, sekaligus tetap terbuka terhadap kemungkinan baru. Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak sepenuhnya berada dalam kendali seseorang karena ada faktor kesempatan, lingkungan, dan keberuntungan.
Ia turut menyoroti pentingnya mengelola perhatian di tengah derasnya arus informasi digital. Gita mengaku membatasi penggunaan ponsel dan lebih memilih membaca buku, jurnal, serta berdiskusi langsung dengan orang yang memiliki keahlian sesuai topik yang ingin dipelajari.
Pada akhirnya, Gita melihat keberhasilan bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga dampak yang dapat diberikan kepada orang lain. Pengalaman, pengetahuan, dan nilai yang dipelajari akan memiliki arti lebih luas ketika dapat dibagikan dan membantu orang lain berkembang.













