JAKARTA, Cobisnis.com – Ilmuwan dari China menemukan petunjuk baru mengenai proses evolusi dan pembentukan lipatan pada korteks otak manusia, dengan menyoroti peran gen kuno bernama CCNB1IP1 yang tingkat ekspresinya meningkat sepanjang evolusi primata.
Penelitian yang dipimpin Lei Shi dari Institut Zoologi Kunming, Akademi Ilmu Pengetahuan China, tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Genetics pada 29 September 2026.
Selama ini, perluasan korteks serebral kerap dikaitkan dengan perubahan genetik selama evolusi, tetapi penelitian tersebut menunjukkan bahwa perubahan tingkat ekspresi gen kuno juga berperan dalam perkembangan struktur otak primata.
Dalam risetnya, tim membandingkan data ekspresi gen pada korteks otak embrionik dari sejumlah spesies, termasuk tikus, tupai pohon, marmoset, makaka, dan manusia.
“Tingkat ekspresi gen kuno ini berkorelasi erat dengan tingkat lipatan korteks,” kata Shi Lei, dikutip dari berbagai sumber, Senin (12/10/2026).
Para peneliti menemukan bahwa ekspresi CCNB1IP1 meningkat secara bertahap selama evolusi primata, sejalan dengan bertambahnya ukuran dan lipatan korteks otak. Mereka juga mengidentifikasi elemen pengatur gen yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspresi tersebut.
Untuk menguji peran gen tersebut, peneliti memasukkan CCNB1IP1 ke dalam model tikus yang korteks otaknya secara alami relatif halus. Hasilnya, tikus yang dimodifikasi mengembangkan struktur lipatan korteks, sementara pengujian perilaku menunjukkan peningkatan kemampuan belajar dan memori.
Temuan ini memberikan petunjuk mengenai mekanisme biologis yang berkontribusi terhadap evolusi otak primata. Penelitian tersebut juga dapat menjadi dasar untuk memahami lebih jauh proses perkembangan saraf dan kaitannya dengan gangguan perkembangan otak, meski penerapannya untuk kebutuhan medis masih memerlukan penelitian lanjutan.













