• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, September 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 13, 2026
in News
0
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

JAKARTA, Cobisnis.com – Gerakan Patungan untuk Hutan yang digagas Feri Irwandi telah mengumpulkan dana sekitar Rp6,3 miliar dalam empat hari. Dana tersebut dihimpun untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Feri menjelaskan gerakan tersebut bukan bertujuan membeli hutan seperti yang ramai disebut di media sosial. Ia menegaskan nama kampanye sejak awal adalah Patungan untuk Hutan.

“Enggak mungkin kita beli hutan. Kita enggak mungkin karena layer-nya kompleks,” kata Feri dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Minggu (13/9/2026).

Menurut Feri, pengelolaan hutan memiliki persoalan izin dan aspek hukum yang kompleks. Karena itu, konsep gerakan yang dibuat bukan membeli lahan, melainkan menggalang dana untuk berbagai kebutuhan perlindungan dan penanganan hutan.

“Patungan untuk hutan, bukan beli hutan,” ujar Feri. Ia menyebut hutan pada dasarnya tidak semestinya diperlakukan sebagai sesuatu yang dapat diperjualbelikan.

Feri mengatakan besarnya dukungan masyarakat menjadi salah satu hal yang mengejutkan. Sekitar 73.000 orang disebut telah ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut.

“Jumlahnya tuh sekitar 73.000 orang yang ikut. Jadi bukan satu orang nyumbang 1 M, 2 M, itu nyumbangnya,” kata Feri.

Ia menjelaskan gagasan tersebut muncul setelah dirinya dan tim melihat langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Berbeda dengan penanganan bencana di Aceh dan NTT, tim harus bergerak langsung menuju titik api.

Menurut Feri, relawan di lapangan menghadapi keterbatasan peralatan untuk memadamkan api. Dalam salah satu kejadian yang ia ceritakan, warga bahkan harus menghadapi kebakaran dengan keterbatasan sumber air, mesin pompa, selang, dan nozzle.

Karena kondisi tersebut, kebutuhan bantuan tidak hanya berkaitan dengan pemadaman. Feri menyebut terdapat kebutuhan untuk mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan setelah kebakaran.

“Makanya patungan untuk hutan karena ada proses mitigasi, ada proses emergency, ada proses recovery,” ujar Feri.

Feri mengatakan kebutuhan dana disusun berdasarkan hasil riset dan kebutuhan berbagai kelompok di lapangan. Perkiraan kebutuhan tersebut berada pada kisaran Rp50 miliar hingga Rp100 miliar, tergantung kondisi dan situasi.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana publik. Menurut Feri, informasi mengenai kampanye dan penyaluran bantuan dapat dilihat melalui landing page Patungan untuk Hutan di Kitabisa.

Feri juga mengungkapkan bahwa gerakan tersebut mulai memunculkan dampak lain di masyarakat. Salah satunya, terdapat pemilik lahan yang disebut bersedia mengalihfungsikan lahan sawitnya untuk menjadi koridor hutan.

Selain itu, ada warga yang disebut memiliki lahan sekitar tiga hektare dan bersedia lahannya ditanami pohon. Feri menilai respons tersebut menunjukkan bahwa gerakan Patungan untuk Hutan tidak hanya berbicara soal jumlah dana yang terkumpul.

Ia juga menanggapi kritik yang menyebut gerakan tersebut sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab pemerintah. Menurut Feri, donasi masyarakat tidak menghapus kewajiban pemerintah untuk menjalankan fungsi perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

“Kalau regulator punya kewajiban melakukan 100 dan masyarakat melakukan satu, bukan berarti regulator sisa tugasnya tinggal 99. Dia tetap punya kewajiban 100,” kata Feri.

Feri mengatakan masyarakat memiliki banyak cara untuk berpartisipasi, mulai dari mengkritik pemerintah, menjadi relawan, hingga memberikan bantuan. Baginya, setiap bentuk partisipasi tersebut dapat berjalan sesuai kemampuan masing-masing.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download lava firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: Feri IrwandiHutan KalimantanKarhutlaPatungan Untuk HutanPerlindungan Hutan

Related Posts

Pupuk Kaltim Salurkan 76.400 Masker bagi Masyarakat Terdampak Karhutla

Pupuk Kaltim Salurkan 76.400 Masker bagi Masyarakat Terdampak Karhutla

by Iwan Supriyatna
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperluas kontribusi mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di...

Pegiat Lingkungan Dorong Penguatan Perlindungan Orangutan di Tengah Karhutla

Pegiat Lingkungan Dorong Penguatan Perlindungan Orangutan di Tengah Karhutla

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap habitat satwa liar mendorong pegiat lingkungan meminta pemerintah memperkuat upaya...

Karhutla Telan 4 Korban Jiwa, 347 Orang Mengalami Luka

Karhutla Telan 4 Korban Jiwa, 347 Orang Mengalami Luka

by Hidayat Taufik
September 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ratusan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Data terbaru...

Bromo Masih Buka untuk Wisatawan, Shooting Dihentikan Sementara

Bromo Masih Buka untuk Wisatawan, Shooting Dihentikan Sementara

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kawasan wisata Gunung Bromo tetap dibuka untuk pengunjung meski Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau...

Malaysia Akhiri Status Darurat Kabut Asap akibat Karhutla RI

Malaysia Akhiri Status Darurat Kabut Asap akibat Karhutla RI

by Hidayat Taufik
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Malaysia resmi menghentikan status darurat kabut asap di Sarawak pada Senin (7/9/2026). Keputusan tersebut diambil meski...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tragis, Sopir Travel Asal Toraja Jadi Korban Penembakan KKB di Nduga

Tragis, Sopir Travel Asal Toraja Jadi Korban Penembakan KKB di Nduga

September 16, 2026
Peris.ai Raih IN-Apps Digital Award 2026

Peris.ai Raih IN-Apps Digital Award 2026

September 16, 2026
Budiman Bayu Bantah Kesaksian Orlando soal 5 Amplop Berisi Uang

Budiman Bayu Bantah Kesaksian Orlando soal 5 Amplop Berisi Uang

September 16, 2026
AIA Hadirkan AIA SILABUS di Universitas Indonesia untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda

AIA Hadirkan AIA SILABUS di Universitas Indonesia untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda

September 16, 2026
Gempa NTT, 94 Pengungsi Meninggal di Lokasi Pengungsian

Gempa NTT, 94 Pengungsi Meninggal di Lokasi Pengungsian

September 17, 2026
Street Food di Korea Selatan - pexel/Tyler Wang

10 Lingkungan Terkeren di Dunia 2026, Distrik di Korea Selatan Peringkat Pertama

September 17, 2026
ASABRI memperkuat kinerja berkelanjutan melalui berbagai program TJSL berbasis SDGs untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dan masyarakat.

ASABRI Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat TJSL

September 17, 2026
Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Novo Indonesia mengajak masyarakat aktif memastikan keamanan obat dan melaporkan efek samping.

Novo Dorong Masyarakat Aktif Jaga Keselamatan Obat

September 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved