JAKARTA, Cobisnis.com – Air Terjun Iguazu di perbatasan Argentina dan Brasil ditutup sementara bagi wisatawan setelah debit Sungai Iguazu meningkat drastis. Lonjakan volume air terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, di tengah pengaruh fenomena iklim El Nino.
Pada Senin, 12 Oktober 2026, pengelola Taman Nasional Iguazu di Argentina membatasi akses pengunjung karena debit sungai telah melampaui 12.000 meter kubik per detik. Angka tersebut lebih dari enam kali lipat rata-rata debit normal yang berkisar 1.500 hingga 1.800 meter kubik per detik.
Pengelola taman nasional menyatakan pembatasan dilakukan terhadap pergerakan pengunjung dan akses ke area publik. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi risiko keselamatan akibat tingginya volume air.
Direktur Taman Nasional Iguazu, José María Hervás, mengatakan penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan. Keputusan tersebut mempertimbangkan hujan yang masih berlangsung dan volume air dari bendungan di hulu sungai yang belum menunjukkan penurunan.
Air Terjun Iguazu merupakan salah satu sistem air terjun terbesar di dunia, dengan bentang sekitar 2.700 meter di perbatasan Argentina dan Brasil. Kawasan ini menjadi salah satu daya tarik wisata utama di Amerika Selatan.
Perkembangan kondisi sungai kemudian mendorong pengelola menyesuaikan pembukaan kawasan secara bertahap. Laporan pada 13 Oktober 2026 menyebut sejumlah jalur wisata masih dibatasi karena debit air tetap tinggi.
Sebelum pembatasan terbaru, Sirkuit Garganta del Diablo atau Devil’s Throat di sisi Argentina telah ditutup sejak 3 Agustus 2026. Jalur tersebut merupakan salah satu daya tarik utama yang membawa pengunjung mendekati air terjun utama.
Fenomena El Nino turut menjadi perhatian karena dapat mengubah pola angin dan curah hujan di berbagai wilayah. Di sejumlah kawasan Amerika Selatan, fenomena ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan di atas normal.
Pada September 2026, pengelola taman nasional telah memperingatkan potensi kondisi yang lebih basah dan tidak menentu di sebagian wilayah selatan Amerika Selatan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti kawasan Iguazu akan terus mengalami banjir atau ditutup sepanjang periode 2026 hingga 2027.
Badan Meteorologi Nasional Argentina atau Servicio Meteorológico Nacional (SMN) juga memperingatkan meningkatnya peluang curah hujan di atas normal selama fase El Nino. Lembaga tersebut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem, termasuk badai, hujan es, angin kencang, dan hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.













