• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, September 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonom: Integrasi Jalan Tol Bisa Pangkas Biaya Logistik

Rizki Meirino by Rizki Meirino
September 7, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonom Bambang Brodjonegoro menilai integrasi ekosistem jalan tol penting untuk memperlancar konektivitas dan menekan biaya logistik Indonesia.

Ekonom Bambang Brodjonegoro menilai integrasi ekosistem jalan tol penting untuk memperlancar konektivitas dan menekan biaya logistik Indonesia.

JAKARTA, Cobisnis.com – Integrasi jaringan jalan tol dinilai menjadi salah satu kunci untuk menekan biaya logistik sekaligus memperkuat daya saing perekonomian Indonesia.

Ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas, Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, mengatakan pengembangan jalan tol ke depan tidak cukup hanya berfokus pada penambahan panjang ruas.

Menurutnya, jaringan yang telah terbangun perlu dioptimalkan agar berbagai ruas jalan tol dapat terhubung dalam satu ekosistem yang mendukung kelancaran distribusi barang.

“Bicara mengenai jalur logistik, maka nomor satu yang paling penting itu adalah konektivitas. Kalaupun itu bergantung pada jalan tol, maka konektivitas jalan tolnya harus dipastikan supaya jalur logistik menjadi lebih cepat dan lebih murah. Yang paling penting secara fisik harus mulus, jangan sampai sedikit-sedikit ada gerbang untuk pembayaran,” jelas Bambang kepada awak media.

Menurut Bambang, konektivitas tersebut juga perlu didukung sistem transaksi yang sederhana agar perjalanan logistik tidak terhambat oleh pembayaran berulang ketika melewati ruas yang dikelola badan usaha berbeda.

“Kita juga berharap semua pengelola jalan tol bisa membuat sistem yang memudahkan pengguna. Jadi, tidak hanya fokus pada kebutuhan masing-masing dengan gerbang tol yang terpisah-pisah, tetapi dapat bekerja sama dalam satu lajur dan membagi pendapatan secara proporsional sesuai besaran investasi. Dengan demikian, perbedaan tarif tidak akan mengganggu pengguna dari sisi logistik,” ujarnya.

Ia menilai integrasi jaringan masih menghadapi tantangan berupa kebijakan dan regulasi yang belum sepenuhnya mengikat seluruh pihak.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyediakan payung hukum yang menempatkan integrasi jalan tol sebagai kepentingan nasional, bukan hanya kepentingan bisnis masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Di tengah keterbatasan ruang fiskal APBN, Bambang mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan menyiapkan wadah kolaborasi sekaligus kepastian regulasi yang dapat menjadi insentif nonfiskal bagi investor.

Integrasi Dimulai dari Proses Lelang

Menurut Bambang, konsep integrasi sebaiknya sudah dipertimbangkan sejak proses lelang proyek jalan tol.

Skemanya dapat berupa penggabungan ruas atau bundling dan subsidi silang atau cross-subsidy. Ruas yang memiliki potensi komersial tinggi dapat dipadukan dengan akses strategis menuju pelabuhan yang memiliki tingkat pengembalian investasi lebih rendah.

“Harus ada pemahaman bahwa efektivitas dan potensi bisnis jalan tol hanya akan membaik kalau konektivitasnya terwujud. Ke depan, setiap bidding perlu mengombinasikan ruas yang potensial dengan ruas yang sangat dibutuhkan, seperti akses menuju pelabuhan. Tugas penyusun proses lelang adalah memastikan Return on Investment (ROI) tetap terpenuhi, sementara misi pembangunan, khususnya untuk mendorong logistik, juga tercapai,” ujar Bambang.

Ia mengingatkan, tanpa integrasi yang kuat, jaringan jalan tol berisiko tetap terfragmentasi dan belum mampu memberikan manfaat ekonomi secara optimal.

Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan tingginya biaya logistik sekaligus meningkatkan beban pemerintah untuk memelihara jalan arteri yang digunakan kendaraan logistik.

Bambang mencontohkan masih adanya angkutan logistik, termasuk kendaraan over dimension over loading (ODOL), yang menggunakan jalan arteri non-tol karena konektivitas menuju jaringan tol belum optimal.

“Membereskan integrasi tidak cukup hanya di jalannya, tetapi juga dalam perencanaan wilayah dan tata ruang. Saat membangun kawasan industri atau pusat pergudangan, lokasinya harus terkoneksi dengan jalan tol atau fasilitas kereta api. Pemerintah juga harus menegakkan aturan bahwa jalan tertentu tidak dapat dilalui kendaraan berat. Jangan sampai pemerintah mengeluarkan anggaran dua kali: memperbaiki jalan arteri yang rusak sekaligus membujuk pengembang masuk ke proyek jalan tol menuju pelabuhan,” tuturnya.

Kolaborasi Jadi Kunci

Pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem jalan tol juga menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan” yang digelar Asosiasi Tol Indonesia (ATI) pada Rabu (12/8/2026).

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan perlunya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelarasan ekosistem jalan tol.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah, BUJT, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya harus bergerak dalam arah yang sama,” tegas Dody Hanggodo.

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono menambahkan bahwa pengembangan industri jalan tol perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan publik dan keberlanjutan usaha.

“Kami ingin membangun ekosistem jalan tol yang menciptakan nilai secara berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun pelaku industri,” ujarnya.

FGD tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Rivan A. Purwantono, Prof. Rhenald Kasali sebagai moderator, serta Dr. Muhammad Chatib Basri dan Prof. Bambang Brodjonegoro sebagai narasumber.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, BUJT, asosiasi, akademisi, lembaga pembiayaan, legislatif, dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas penyelarasan kebijakan, regulasi, serta peningkatan kualitas pelayanan jalan tol.

Pada akhirnya, integrasi jaringan jalan tol diharapkan tidak hanya memperlancar perjalanan pengguna, tetapi juga menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, pelabuhan, hingga dry port secara lebih efisien sehingga biaya logistik dapat ditekan dan daya saing ekonomi nasional semakin kuat.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free download udemy course
download lenevo firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: bambang brodjonegorobiaya logistikintegrasi jalan toljalan tol Indonesia

Related Posts

Astra International Angkat Bambang Brodjonegoro jadi Komisaris Independen

Astra International Angkat Bambang Brodjonegoro jadi Komisaris Independen

by Farida Ratnawati
May 1, 2024
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Astra International Tbk (ASII) mengangkat Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (Bambang Brodjonegoro) sebagai Komisaris Independen. Mengutip Antara,...

5 Prioritas Riset Nasional untuk Energi Baru Terbarukan, Apa Saja?

5 Prioritas Riset Nasional untuk Energi Baru Terbarukan, Apa Saja?

by Fathi
April 21, 2021
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Beberapa inovasi dan kesiapan teknologi dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan energi nasional sekaligus mengubah komposisi energi menjadi lebih...

Menristek Sudah Siapkan Strategi Transformasi Digital TIK untuk 5 Tahun ke Depan

Menristek Sudah Siapkan Strategi Transformasi Digital TIK untuk 5 Tahun ke Depan

by H. Fuad
September 29, 2020
0

Cobisnis.com -Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan strategi pengembangan transformasi digital untuk...

Menristek Kunjungi Pabrik Bioteknologi

Menristek Kunjungi Pabrik Bioteknologi

by Fathi
February 1, 2020
0

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius memberikan penjelasan kepada Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

September 1, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

September 3, 2026
PLN Indonesia Power Tata 800 Meter Sempadan Pantai PLTU Kalbar-1, Perkuat Perlindungan Pesisir Karimunting

PLN Indonesia Power Tata 800 Meter Sempadan Pantai PLTU Kalbar-1, Perkuat Perlindungan Pesisir Karimunting

September 7, 2026
MTF memperingati Harpelnas 2026 dengan berbagai aktivitas pelanggan dan CSR untuk memperkuat customer experience serta budaya pelayanan.

Harpelnas 2026, MTF Perkuat Budaya Pelayanan

September 7, 2026
Kiandra Ramadhipa meraih 16 poin dari dua balapan di Valencia dan mencatat fastest lap pertama di Moto3 Junior World Championship.

Kiandra Ramadhipa Amankan 16 Poin di Valencia

September 7, 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.

Soetta Ditutup, Penerbangan Dialihkan ke 6 Bandara

September 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved