JAKARTA, Cobisnis.com – Menjaga kesehatan otak perlu dilakukan sejak usia muda. Kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dinilai dapat memengaruhi kondisi otak dalam jangka panjang.
Dokter bedah saraf Dr Ryan Keswani membahas kesehatan otak dalam podcast TS Media bertema “MENGENAL OTAK KITA LEBIH JAUH, BERSAMA DR RYAN KESWANI”. Ia menjelaskan berbagai hal mulai dari neuroplastisitas, pola tidur, nutrisi, olahraga, hingga penggunaan media sosial.
Menurut Dr Ryan, otak memiliki kemampuan neuroplastisitas atau kemampuan untuk terus belajar. Namun, kemampuan tersebut dapat mengarah ke kebiasaan yang baik maupun buruk, tergantung pada stimulus yang diberikan.
Ia menjelaskan otak perlu terus dilatih dengan hal baru dan aktivitas yang menantang. Selain itu, tidur yang cukup, nutrisi, serta olahraga juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi otak.
Dr Ryan juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi konten pendek secara berlebihan. Menurutnya, otak dapat terbiasa mencari stimulus yang sama ketika terus diberikan konten pendek, sehingga pola tersebut dapat memengaruhi cara otak bekerja.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan waktu bagi otak untuk berhenti sejenak dari derasnya informasi. Menurutnya, rasa bosan dapat memberi ruang bagi otak untuk menghasilkan sesuatu, termasuk kreativitas dan karya.
Dalam pembahasan mengenai usia, Dr Ryan menjelaskan bahwa kemampuan otak tetap dapat berkembang karena neuroplastisitas. Ia menyebut otak dapat terus belajar, bahkan ketika seseorang sudah berusia dewasa.
Dr Ryan kemudian memberikan pesan agar masyarakat tidak menunda menjaga kesehatan otak. Menurutnya, kebiasaan yang dilakukan saat ini dapat memberikan dampak pada kondisi seseorang di masa mendatang.
“Oh, mungkin ini eh otak kita itu cuma satu, enggak bisa diganti dan enggak bisa ditransplan. Jaga baik-baik. Apa yang kita lakukan sekarang kalau di usia muda itu akan ada efeknya di masa depan,” kata Dr Ryan Keswani, dikutip dari kanal Youtube TS Media, Selasa (15/9/2026).
Ia juga meminta masyarakat lebih selektif terhadap informasi yang masuk ke otak. Menurutnya, informasi yang terus diberikan kepada otak dapat memengaruhi arah pembelajaran dan kebiasaan yang terbentuk.
“Jadi jangan tunda untuk menjaga otak sedini mungkin dan harus benar-benar selektif dengan informasi yang kita berikan ke otak kita,” ujar Dr Ryan.













