JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyoroti ancaman aksi mogok nasional yang disampaikan sejumlah asosiasi mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai aksi tersebut berisiko menghambat pelaksanaan program yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.
Menurut Netty, munculnya ancaman itu tidak terlepas dari keluhan para mitra yang merasa belum memperoleh perlakuan yang setara dalam penyelenggaraan program. Karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) didorong untuk memperkuat koordinasi dan membuka ruang dialog dengan seluruh mitra pelaksana.
Ia juga meminta pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, sehingga program MBG tetap berjalan tanpa mengorbankan mitra maupun masyarakat sebagai penerima manfaat.
Netty menegaskan keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga bergantung pada kontribusi para mitra yang telah menginvestasikan dana untuk membangun dapur, melengkapi sarana pendukung, hingga memenuhi berbagai persyaratan operasional.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional Indonesia, Syawaludin Aweng, menyampaikan bahwa pihaknya siap menggelar aksi “gembok dapur” secara nasional apabila pembenahan tata kelola program tidak direalisasikan hingga 17 Agustus 2026.
Syawaludin mengatakan para mitra merasa kurang dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, meski telah mengantongi surat keputusan resmi dan mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk mendukung operasional dapur MBG. Ia juga menilai implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 belum berjalan sebagaimana yang telah diatur.













