JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak karakter anime dikenal karena kekuatan, kepribadian, atau perannya dalam cerita. Namun, di balik sosok yang terlihat kuat, sejumlah karakter justru dibentuk oleh masa lalu yang penuh kehilangan dan tekanan.
Kisah masa lalu tersebut membuat perjalanan mereka terasa lebih dalam. Berikut sembilan karakter anime dengan backstory yang tragis.
Itachi Uchiha dari Naruto menjadi salah satu karakter dengan beban terbesar. Ia memilih membantai klannya sendiri untuk mencegah konflik yang lebih besar, kemudian sengaja membuat adiknya, Sasuke, membencinya demi melindungi sang adik.
Kyojuro Rengoku dari Demon Slayer juga tumbuh dalam keluarga yang tidak lagi utuh secara emosional. Sang ayah kehilangan motivasi sebagai Hashira, sementara ibunya yang sakit justru menjadi sosok yang menanamkan prinsip agar kekuatan digunakan untuk melindungi mereka yang lemah.
Killua Zoldyck dari Hunter X Hunter menjalani masa kecil yang jauh dari kehidupan anak-anak pada umumnya. Ia dibesarkan sebagai calon pembunuh dan mengalami latihan keras, penyiksaan, serta manipulasi dari keluarganya.
Pertemuannya dengan Gon kemudian membuka pengalaman baru bagi Killua. Untuk pertama kalinya, ia merasakan persahabatan yang tulus dan mulai mencari jati dirinya di luar tuntutan keluarga.
Homura Akemi dari Puella Magi Madoka Magica memiliki kisah yang tidak kalah berat. Ia berulang kali memutar waktu demi menyelamatkan Madoka, tetapi setiap kegagalan justru membuatnya semakin terisolasi dan mengalami tekanan mental.
Gaara dari Naruto tumbuh tanpa kasih sayang dan diperlakukan sebagai senjata oleh desanya. Sebagai jinchūriki Shukaku, ia ditakuti banyak orang dan bahkan pernah menjadi sasaran pembunuhan oleh seseorang yang ia percaya.
Violet Evergarden dibesarkan sebagai senjata perang dan tidak memahami emosi manusia seperti kebanyakan orang. Setelah perang berakhir, ia menjadi Auto Memory Doll dan perlahan belajar memahami cinta, kehilangan, rasa bersalah, serta perasaannya sendiri.
Levi Ackerman dari Attack on Titan juga harus menghadapi kehilangan sejak usia muda. Ia tumbuh dalam kondisi keras di Underground, kehilangan ibunya, kemudian kehilangan orang-orang terdekat yang menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Thorfinn dari Vinland Saga kehilangan arah setelah menyaksikan ayahnya dibunuh. Ia kemudian menghabiskan masa mudanya dalam kekerasan dan mengejar kesempatan untuk membalas dendam kepada Askeladd.
Seiring perjalanan, Thorfinn mulai menyadari bahwa hidup yang dipenuhi kebencian tidak memberikan apa yang ia cari. Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan karakternya.
Reiner Braun dari Attack on Titan menghadapi konflik yang lebih banyak terjadi di dalam dirinya sendiri. Sebagai Warrior yang dikirim untuk menghancurkan tembok di Paradis, ia justru membangun hubungan dengan orang-orang yang awalnya dianggap sebagai musuh.
Tekanan, rasa bersalah, dan konflik identitas membuat Reiner semakin sulit memisahkan perannya sebagai Warrior dengan dirinya sebagai seorang teman. Masa lalu dan pilihannya kemudian terus memengaruhi perjalanan hidupnya.
Kesembilan karakter tersebut menunjukkan bahwa kekuatan dan kepribadian mereka tidak muncul begitu saja. Kehilangan, tekanan, trauma, hingga pilihan sulit menjadi bagian yang membentuk siapa mereka dalam cerita masing-masing.













