JAKARTA, Cobisnis.com – Kegagalan panen dan kerugian sempat membuat anggota Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan kehilangan harapan. Namun, kondisi itu perlahan berubah.
Berkat pendampingan berkelanjutan melalui Program Local Business Development (LBD) PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd., para petani kini mampu bangkit dan menikmati hasil manis dari usaha mereka.
Tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas budidaya, kelompok yang beranggotakan delapan petani ini kini mencatat pendapatan hingga sekitar Rp90 juta pada 2025. Produksi semangka mereka pun menembus 23 ton dan berhasil dipasarkan hingga ke luar kabupaten.
Bagi para petani, capaian tersebut bukan sekadar angka. Itu menjadi bukti bahwa mereka mampu keluar dari masa sulit dan kembali percaya diri untuk mengembangkan usaha tani.
“Dulu kami pernah terpuruk karena hasil panen belum optimal. Setelah mendapat pendampingan dari MedcoEnergi, kami jadi lebih memahami cara budidaya yang baik. Hasil panen meningkat dan pasar juga semakin luas. Program ini membantu kami bangkit,” ujar perwakilan Kelompok Sumpal Palawija Makmur, Suyanto.
Program LBD dijalankan secara bertahap sejak 2023 untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal, rendahnya produktivitas, minimnya pengetahuan teknis, hingga akses pemasaran yang terbatas.
Dalam pelaksanaannya, MedcoEnergi bersama Plantari memberikan pendampingan mulai dari distribusi benih dan pupuk, pengelolaan lahan, pemilihan varietas unggul, pemupukan, pengendalian hama ramah lingkungan, hingga penguatan jaringan pemasaran.
Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset MedcoEnergi, Sudewo, mengatakan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Melalui Program LBD, kami ingin masyarakat memiliki kapasitas untuk mengelola usaha yang berkelanjutan. Kelompok ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi,” ujar Sudewo dalam sesi diskusi di Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Perjalanan kelompok tani ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jika pada 2022 mereka masih mengalami kerugian, pendapatan kelompok mulai tumbuh menjadi sekitar Rp4 juta pada 2023, meningkat menjadi Rp15 juta pada 2024, hingga melonjak menjadi sekitar Rp90 juta pada 2025.
Keberhasilan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana pendampingan yang konsisten dapat membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen MedcoEnergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasinya.













