JAKARTA, Cobisnis.com – Sonoran hot dog menjadi salah satu kuliner khas yang lahir dari perpaduan budaya di wilayah perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat.
Hidangan ini pertama kali dikenal melalui para pedagang kaki lima. Salah satunya adalah Rolando Mendivil yang menjual hot dog dengan racikan berbeda dari versi tradisional.
Mendivil membungkus sosis dengan bacon lalu memanggangnya hingga matang. Setelah itu, ia menyajikannya dalam roti bolillo yang menyerupai baguette.
Selain itu, ia menambahkan kacang pinto, bawang, tomat, mayones, dan salsa sebagai pelengkap. Sementara itu, cabai güero dengan rasa yang relatif ringan disajikan di sampingnya.
Racikan tersebut menarik perhatian banyak pelanggan. Salah satunya adalah Galaz yang sering mengunjungi lapak Mendivil sepulang sekolah. Galaz mengaku sering membantu sang pedagang saat berjualan. Karena itu, ia belajar langsung cara membuat Sonoran hot dog dari Mendivil.
Kini, Galaz menjadi pemilik restoran BK Carne Asada & Hot Dogs di Tucson, Arizona. Restoran tersebut mampu menjual hingga 1.000 Sonoran hot dog setiap hari.
Pada 1994, Galaz mulai memperkenalkan hidangan itu setelah pindah ke Tucson. Saat itu, hanya sedikit pelaku usaha yang menawarkan gaya hot dog tersebut di kota tersebut.
Namun, respons masyarakat sangat positif. Banyak pelanggan langsung menyukai kombinasi rasa gurih bacon, sosis panggang, dan beragam topping khas Meksiko.
Menurut Galaz, sebagian pelanggan bahkan datang berulang kali untuk menikmati menu tersebut. Bahkan, beberapa orang mampu menghabiskan lima hingga enam hot dog dalam satu kesempatan.
Seiring waktu, Sonoran hot dog berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Arizona. Selain itu, hidangan ini menunjukkan bagaimana makanan dapat melintasi batas negara dan melahirkan tradisi kuliner baru.













