JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp77 triliun dalam RAPBN 2027. Anggaran tersebut meningkat Rp21,715 triliun atau sekitar 39,3 persen dibandingkan outlook 2026.
Besaran anggaran itu tercantum dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027. Pemerintah menyebut peningkatan alokasi tersebut tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.
“Dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan negara, alokasi Dana Desa dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp77.000,0 miliar,” di kutip dari berbagai sumber, Jumat (21/08/26).
Kenaikan anggaran terutama diarahkan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Kewajiban tersebut berkaitan dengan percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta berbagai kebutuhan pendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Selain peningkatan anggaran, pemerintah menetapkan sejumlah arah kebijakan dalam pengelolaan Dana Desa pada 2027.
Pertama, Dana Desa reguler akan diprioritaskan untuk menunjang pembangunan desa yang berkelanjutan. Kedua, anggaran tersebut dapat digunakan untuk mendukung operasional pemerintah desa dengan batas maksimal tiga persen dari pagu Dana Desa Reguler.
Kebijakan berikutnya diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pelaksanaan program KDMP. Pemerintah juga akan memperbaiki tata kelola Dana Desa melalui reformulasi pengalokasian anggaran, integrasi sistem, serta penguatan monitoring dan evaluasi.
Langkah tersebut juga mencakup peningkatan akuntabilitas dalam penggunaan Dana Desa. Selain itu, pemerintah ingin memperkuat keterkaitan Dana Desa dengan sumber pembiayaan lainnya untuk mendukung pembangunan desa sesuai dengan prioritas nasional.
Pemerintah mencatat penyaluran Dana Desa selama ini turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal.
Berdasarkan data pemerintah, jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal turun dari sekitar 14,6 ribu desa pada 2022 menjadi 9,4 ribu desa pada 2025.
Penurunan juga terlihat pada tingkat kemiskinan masyarakat pedesaan. Persentase penduduk miskin di wilayah pedesaan tercatat menurun dari 12,3 persen pada 2022 menjadi 10,7 persen pada 2026.












