JAKARTA, Cobisnis.com – Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa belum dapat dilakukan melalui penyelaman. Basarnas masih menunggu kondisi cuaca membaik agar tim penyelam dapat diterjunkan dengan aman.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, operasi pencarian di bawah permukaan laut sebenarnya telah dipersiapkan untuk dilakukan pada Senin (14/9/2026).
Namun, situasi cuaca di area pencarian belum mendukung pelaksanaan penyelaman.
“Tadi pagi kita sampaikan bahwa kita merencanakan untuk melaksanakan operasi underwater, saya sampaikan bahwa karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan sehingga teman-teman yang sudah kita siapkan, baik itu dari Kopaska TNI AL, kemudian ada satu tim penyelam khusus juga dari disiapkan dari TNI AL, kemudian dari teman-teman Badan SAR Nasional, hari ini belum bisa kita turunkan karena memang kondisi cuaca,” ujar nya, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (15/9/26).
Sementara itu, TNI AL telah menyiapkan KRI Canopus untuk memperkuat operasi pencarian. Kapal tersebut sedang bergerak menuju wilayah tempat KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.
KRI Canopus nantinya akan digunakan untuk membantu pencarian di bawah laut dengan memanfaatkan sejumlah perangkat pendeteksi dan kendaraan bawah air.
“Kita akan melaksanakan pencarian underwater dengan menggunakan teknologi yang dimiliki oleh Kapal Canopus tersebut. Mulai dari kita memanfaatkan drone underwater-nya, kemudian Multibeam Echo Sounder, dan juga ROV yang ada dalam kapal tersebut,” ucap dia.
129 Orang Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan data Basarnas, jumlah orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8 mencapai 243 orang. Dari jumlah tersebut, 114 orang telah ditemukan, sementara 129 orang lainnya masih belum ditemukan.
Dari 114 orang yang berhasil ditemukan, sebanyak 86 orang telah dievakuasi dalam keadaan selamat. Selain itu, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Dari 114 korban yang kita temukan, 86 sudah kita evakuasi dalam kondisi selamat dan semuanya kita evakuasi di dermaga ini. Kemudian dua korban kita evakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” kata Syafii.
Basarnas juga menyampaikan perkembangan penanganan dua korban meninggal dunia. Salah satu korban telah diserahkan kepada keluarga, sedangkan korban lainnya diteruskan kepada tim DVI Mabes Polri untuk proses lebih lanjut.
“Hari ini satu korban telah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan satu korban meninggal dunia sudah kita serahkan ke DVI Mabes Polri,” sambungnya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan kehilangan kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut diketahui bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026).
Saat kejadian, kapal membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal, dan kru.













