JAKARTA, Cobisnis.com – China mengerahkan berbagai teknologi tanpa awak untuk mempercepat penanganan banjir besar yang melanda Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang. Drone raksasa, perahu robot, hingga sistem komunikasi darurat diterjunkan untuk membantu operasi penyelamatan.
Banjir dipicu hujan deras yang menyebabkan waduk meluap dan memutus akses sejumlah wilayah. Kondisi itu membuat ribuan warga sempat kehilangan jaringan komunikasi.
Kementerian Manajemen Darurat China kemudian mengirim dua unit drone darurat Wing Loong. Drone tersebut diterbangkan atas permintaan pemerintah daerah untuk memulihkan jaringan komunikasi di kawasan yang terdampak paling parah.
Saat beroperasi di atas wilayah Hengzhou, drone Wing Loong berhasil membangun kembali sinyal komunikasi sementara. Lebih dari 180 warga yang terisolasi akhirnya kembali dapat mengakses jaringan telekomunikasi.
Drone itu mampu menghadirkan cakupan jaringan seluler pada area sekitar 50 kilometer persegi. Selain itu, sistem komunikasi suara dan video darurat yang dibawanya dapat menjangkau wilayah hingga sekitar 15.000 kilometer persegi.
Selain memulihkan komunikasi, armada drone juga digunakan untuk memetakan jalur evakuasi. Teknologi tersebut membantu tim penyelamat menentukan rute tercepat menuju lokasi warga yang terjebak banjir.
Puluhan drone sipil milik sukarelawan juga ikut diterjunkan. Drone tersebut mengangkut makanan, obat obatan, dan berbagai kebutuhan penting menuju daerah yang sulit dijangkau kendaraan darat.
Di wilayah Qinzhou, pemerintah mengoperasikan perahu survei tanpa awak. Kapal robot ini bertugas mengumpulkan data hidrologi secara langsung di sungai yang meluap tanpa membahayakan petugas.
Seluruh data yang diperoleh langsung dikirim secara real time kepada pusat tanggap darurat. Informasi tersebut menjadi dasar dalam pengaturan pintu air waduk dan pengambilan keputusan selama operasi penyelamatan berlangsung.
Peneliti senior Akademi Ilmu Sosial Beijing, Wang Peng, menilai kolaborasi pemerintah, perusahaan teknologi, dan sukarelawan menunjukkan bagaimana inovasi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan. Ia juga mendorong China menyusun regulasi ruang udara yang lebih fleksibel agar penggunaan drone saat bencana bisa semakin efektif.












